Kikil Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Hidrogen Peroksida H2O2

Polisi Bogor Amankan Kikil Berbahan Kimia
Jumat, 29 Mei 2015 | 21:06

Bogor – Pabrik pengolahan kulit sapi atau kikil yang mengandung bahan kimia berbahaya digerebek petugas Reserse Kriminal Polsek Sukaraja, Kabupaten Bogor, hari ini. Dari hasil penggerebekan, polisi menyita belasan drum cairan pemutih kimia hyprox H2O2 dan tawas.

Kapolsek Sukaraja, Komisaris Hida Tjahjono mengatakan, kasus bermula ketika polisi mendapatkan informasi dari warga tentang ada sebuah pabrik yang berada di Kampung Mandalasari RT 03/03 Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor yang memproduksi kikil menggunakan zat kimia berbahaya.

“Di lokasi kami menemukan larutan hidrogen peroksida dengan kadar 35 persen serta tawas yang digunakan untuk memutihkan dan membersihkan kikil,” kata Hilda di Mapolsek Sukaraja, Jumat (29/5).

Lanjutnya, pembuat kikil tersebut, yakni Gofar dan Wahyono telah diamankan dan dimintai keterangan, namun statusnya baru sebagai saksi. Karena polisi harus memastikan kandungan pada kikil melalui uji labolatorium di Pusat Labolatorium dan Forensik (Puslabfor) Polda Jabar. “Harus diuji dulu, apakah ini untuk makanan atau bukan. Kalau dari kemasannya jeriken dipastikan bukan buat makanan,” paparnya.

Hida menjelaskan, cairan hyprox digunakan sebagai campuran pemutih gigi dan kulit. Sementara tawas digunakan menjernihkan air yang tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan pengolahan makanan.

Indikasi alasan perajin kikil menggunakannya karena harganya murah dan mudah didapat di pasaran. “Namun, operasi pabrik ini mendapat rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan pada tahun 2011. Tetapi jika kini terbukti beracun maka sampel yang diujikan dulu berbeda atau tanpa zat berbahaya,” ungkap Hida.

Sementara, Gofar mengaku telah memproduksi kikil dengan menggunakan zat kimia selama 10 tahun. Tujuannya menggunakan cairan kimia tersebut untuk membersihkan kikil dari bercak-bercak hitam.

“Bahan kikilnya dapat dari Cianjur dan Sukabumi. Dibersihkan dulu terus direndam pemutih selama 48 jam. Terus dibilas dengan air sebanyak empat kali. Tujuannya supaya warnanya bagus. Soalnya kalau warnanya jelek dan ada hitamnya pembeli kurang suka,” aku Gofar.

Dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga dua kuintal kikil. Kikil buatannya ia jual ke Pasar Cibinong, Pasar Bogor, dan Pasar Anyar. Ia biasa menjual Rp 17.000 per kilogram.

‪Jika makanan tersebut beracun, kedua pembuat kikil ini bisa ditetapkan sebagai tersangka dan akan dikenakan Pasal 75 Undang-undang No.18 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 UU no.8/1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan atau Pasal 197 UU no. 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman penjara pidana penjara paling lama 15 tahun.

Vento Saudale/NAD
http://www.beritasatu.com/megapolitan/278367-polisi-bogor-amankan-kikil-berbahan-kimia.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s