Rudi Rubiandini

Gempa Tasik Bukti Lumpur Lapindo Bukan Bencana Alam

Kamis, 10 September 2009 18:44 wib

JAKARTA – Fakta tiadanya semburan lumpur yang muncul setelah gempa di Pantai Selatan Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala Richter (SR) serta gempa Yogyakarta 6,8 SR pada Senin 7 September lalu, membuktikan bahwa semburan lumpur Lapindo tidak muncul akibat getaran gempa Yogyakarta pada tahun 2006.

Demikian analisis dari pengamat Migas Institut Teknologi Bandung (ITB) Rudi Rubiandini di Jakarta, Kamis (10/9/2009). 

Rudi menjelaskan, setelah gempa Tasikmalaya berkekuatan 7,3 SR dan gempa Yogya 6,8 SR ternyata tidak ada mud vulcano. Juga tidak ada sumur migas yang blow out. “Padahal gempa Yogya tahun 2006 hanya 6,3 SR. Jadi apakah DPR masih bersikukuh gempa adalah penyebab semburan lumpur di Lapindo,” tanyanya. 

Dia berharap agar bukti autentik ini tidak dikesampingkan. Sehingga memaksa Tuhan mengirim gempa yang lebih besar sebagai bukti bahwa penyebab semburan Lapindo bukan karena lindu. (ful)

http://news.okezone.com/read/2009/09/10/1/256433/gempa-tasik-bukti-lumpur-lapindo-bukan-bencana-alam

Rudi Rubiandini Jabat Deputi Operasi BP Migas

Sabtu, 20 Agustus 2011 | 5:07

BP Migas

JAKARTA – Guru besar teknik perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Rudi Rubiandini menjabat Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi menggantikan Wibowo Suseno Wirjawan.

Kepala BP Migas R Priyono saat serah terima jabatan (sertijab) dua Deputi BP Migas di Jakarta, Jumat, mengatakan, penunjukan Rudi dilakukan dengan pertimbangan kepentingan yang lebih luas.

“Kami ingin mencapai target ‘lifting’ (produksi) yang ditetapkan APBN Perubahan 2011 sebesar 945.000 barel minyak per hari dan 7.769 juta kaki kubik gas bumi per hari,” katanya.

Selain Rudi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Pimpinan BP Migas, juga diserahterimakan jabatan Deputi Pengendalian Keuangan kepada Achmad Syakhroza yang guru besar “corporate governance” dari Universitas Indonesia.

Dengan demikian, Rudi dan Syakhroza sama-sama berasal dari akademisi. Sertijab tersebut mengakhiri polemik penetapan jabatan kedua Deputi BP Migas.

Sebelumnya, Menteri ESDM mengeluarkan keputusan nomor 1377 K/73/MEM/2011 tanggal 31 Mei 2011 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Deputi di Lingkungan BP Migas.

Budi Indianto yang menjabat Deputi Pengendalian Operasi diganti Wibowo Suseso Wirjawan yang sebelumnya Deputi Pengendalian Keuangan BP Migas.

Lalu, Darwin juga mengangkat Akhmad Syakhroza sebagai Deputi Pengendalian Keuangan menggantikan Wibowo Wirjawan, dan Johanes Widjonarko sebagai Deputi Umum menggantikan Achmad Syamsu Rizal Asir.

Penetapan Deputi BP Migas oleh Menteri ESDM itu mendapat penolakan BP Migas karena dinilai tidak sesuai yang diusulkan dan berpotensi melanggar PP 42/2002.

BP Migas hanya mengakui Johanes Widjonarko sebagai Deputi Umum dan tidak mengakui Wibowo Wirjawan dan Akhmad Syakhroza. Sertijab Widjonarko sudah dilakukan oleh Priyono beberapa waktu lalu.

Namun, kini sertijab kedua Deputi BP Migas sudah terlaksana melalui pergantian Wibowo Wirjawan dengan Rudi Rubiandini.

Priyono mengharapkan, sertijab tersebut dimaknai sebagai upaya mengedepankan pemantapan organisasi untuk meningkatkan kinerja. Menurut dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan BP Migas.

Di bidang operasi, selain pencapaian target produksi tahun 2011, juga upaya menekan laju penurunan produksi, peningkatan produksi, dan peningkatan cadangan migas. Sedangkan di bidang keuangan, lanjut Priyono, berupa peningkatan pengawasan agar industri hulu migas semakin tertib administrasi. (tk/ant)

http://www.investor.co.id/energy/rudi-rubiandini-jabat-deputi-operasi-bp-migas/18602

Reshuffle Kabinet Terbatas, Rudi Rubiandini Wamen ESDM

Headline

Senin, 11 Juni 2012 | 23:30 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II akan memiliki anggota baru, dia adalah Rudi Rubiandini.

Deputi bidang Operasional Badan Pengelola (BP) Migas ini dipercaya Presiden SBY menduduki jabatan sebagai wamen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ditinggal Almarhum Widjajono Partowidagdo.

Rudi Rubiandini, lahir di Tasikmalaya, 9 Februari 1962, adalah guru besar ITB yang pernah menjadi ketua Tim Investigasi Independen Lapindo. Dia juga aktif membantu pemerintah antara lain sebagai Tim Penilai Amdal Kantor Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Ketua Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas (TP3M) Kementerian ESDM.

Pengangkatan Rudi kabarnya akan diumumkan, Selasa (12/6/2012) bersamaan dengan pengumuman Nafsiah Mboi sebagai menkes, Chatib Basri sebagai kepala BKPM dan Hendarman Supandji sebagai kepala BPN.[mah]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1870913/rudi-rubiandini-wamen-esdm#.Ug8FKHtGaDg

Rudi Rubiandini resmi jadi Kepala SKK Migas

Rudi Rubiandini resmi jadi Kepala SKK Migas

Fahmi Firdaus

Jum’at,  11 Januari 2013  −  16:16 WIB

Sindonews.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan jabatan Kepala Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak lagi dirangkap Menteri ESDM. Untuk itu, Presiden mengangkat Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menjadi Kepala SKK Migas. Sementara posisi yang ditinggalkan Rudi diisi oleh Susilo Siswoutomo.

“Saya telah menetapkan bahwa saudara Prof Dr Rudi Rubiandini menjadi kepala SKK Migas. Yang bersangkutan pernah bertugas di BP Migas selama 3 tahun, maka sudah memahami gambaran tugas, tanggung jawab, dan kewajibannya sekaligus tantangan yang dihadapi,” kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jumat (11/1/2103). 

Rudi sebelumnya menjabat Wakil Menteri ESDM. Untuk menghindari kekosongan, maka Presiden menunjuk Susilo Siswoutomo mengisi posisi yang ditinggalkan Rudi. “Yang bersangkutan sekarang ini adalah Staf Khusus Menteri ESDM, memiliki pengalaman yang panjang di bidang energi, termasuk pengalaman yang relatif lengkap di dalam pengusahaan minyak dan gas bumi,” jelas SBY.

“Harapan saya pejabat-pejabat baru yang berada di sektor energi ini bisa menjalankan tugas dengan baik. Migas atau energi adalah sektor yang sangat penting,” kata SBY berpesan.

Sebelumnya, Presiden SBY menjelaskan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dahulu dibentuk dengan tujuan yang baik, yakni agar tidak ada benturan kepentingan di tubuh Pertamina, dan juga agar Menteri ESDM tidak merangkap untuk pengaturan migas karena tugasnya adalah pembuatan kebijakan serta menetapkan regulasi.

Namun, Mahkamah Konstitusi kemudian membubarkan BP Migas. Untuk menghindari kekosongan pengaturan usaha migas yang bisa menimbulkan kegoncangan iklim ekonomi di negeri ini, maka dibentuk satu struktur sementara yang dikenal sebagai SKK Migas. Jabatan Kepala SKK Migas dirangkap oleh Menteri ESDM Jero Wacik.

“Setelah kami telaah dari berbagai aspek, saya telah memutuskan bahwa tidak tepat kalau kepala SKK Migas dirangkap oleh Menteri ESDM,” ujar Presiden.

Diumumkan, Presiden SBY akan melantik para pejabat baru di lingkungan ESDM, pada Selasa, 15 Januari 2013 mendatang.(gpr)

http://ekbis.sindonews.com/read/2013/01/11/34/706174/rudi-rubiandini-resmi-jadi-kepala-skk-migas

KPK Tangkap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini

Ia ditangkap KPK dini hari tadi dari rumah sendiri di Jakarta Selatan.
Rabu, 14 Agustus 2013, 06:51

VIVAnews – Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan dini hari ini, Rabu 14 Agustus 2013. KPK menangkap Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Rudi Rubiandini di tempat tinggalnya di Jakarta Selatan.

Berdasarkan sumber yang dihimpun, penyidik KPK yang berjumlah sekitar sepuluh orang menggeledah rumah Rudi. Dari dalamnya, mereka membawa tas hitam dan sejumlah kardus, dan motor gede BMW.

Selain Rudi, KPK juga menangkap beberapa staf Rudi dari rumah itu. Total ada lima orang, termasuk Rudi, yang digelandang menuju kantor KPK. Kelimanya sampai saat ini masih diperiksa di gedung KPK. KPK sendiri belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penangkapan ini.
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/436174-kpk-tangkap-kepala-skk-migas-rudi-rubiandini
Rudi Rubiandini Ditahan di Rutan KPK

Rabu, 14 Agustus 2013 | 21:20

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditahan KPK seusai menjalani pemeriksaan selama lebih dari sepuluh jam di Gedung KPK di Jakarta, Rabu (14/8). Dari operasi tangkap tangan ini, KPK mengamankan barang bukti awal dugaan suap berupa uang 400.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 4,1 miliar. BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditahan KPK seusai menjalani pemeriksaan selama lebih dari sepuluh jam di Gedung KPK di Jakarta, Rabu (14/8). Dari operasi tangkap tangan ini, KPK mengamankan barang bukti awal dugaan suap berupa uang 400.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 4,1 miliar. BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono (sumber: Suara Pembaruan)

Jakarta – Usai menjalani pemeriksaan selama hampir 24 jam, KPK akhirnya menahan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, Rabu (14/8).

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan Rudi ditahan di Rumah Tahanan Jakarta Timur cabang KPK untuk 20 hari pertama.

“Ditahan Rutan KPK untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan,” kata Johan di kantor KPK, Rabu (14/8).

Sekitar pukul 20.44 WIB, Rudi keluar dari gedung KPK. Rudi yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye tampak menutupi kepalanya dengan sarung kepala. Rudi sempat meladeni permintaan wawancara wartawan.

Sepuluh menit sebelumnya, dua orang tersangka kasus ini, yaitu pelatih golf Deviardi dan bos Kernel Oil, Simon Hanjaya digelandang keluar gedung KPK. Simon ditahan KPK di Rutan Guntur, sementara Deviardi di Rutan KPK. Kedua memilih bungkam ketika melewati kerumunan wartawan.

Hari ini, menetapkan Rudi, Simon dan Deviardi sebagai tersangka. Rudi dan Deviardi diduga telah menerima uang dari Simon sebesar US$ 690.000 dan Sing$ 127.000. Pemberian uang diduga terkait dengan kegiatan-kegiatan yang menjadi lingkup kewenangan SKK Migas

KPK menjerat Rudi dan Deviardi dengan Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP. Sementara Simon diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP.

Penulis: Rizky Amelia/NAD

http://www.beritasatu.com/hukum/131692-rudi-rubiandini-ditahan-di-rutan-kpk.html

BP Migas Jadi SKK Migas, Mahfud: Rudi yang Paling Kebakaran Jenggot

  • Penulis:Heru Margianto, Rabu, 14 Agustus 2013 | 09:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terima suap sebesar 400.000 dollar AS. Masih dalam ingatan kita, mantan Deputi Pengendalian Operasi BP Migas ini adalah orang yang paling menentang keras vonis Mahkamah Konstitusi (MK) soal Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Perubahan BP Migas menjadi SKK Migas atas keputusan MK tersebut membuat Rubi Rubiandini kebakaran jenggot dan menentang ketok palu MK.

Mahfud MD yang saat uji materi undang-undang tersebut masih menjadi orang nomor satu di Mahkamah Konstitusi pun ikut angkat bicara. Menurutnya, kala itu MK memang sudah mengendus adanya indikasi penyalahgunaan kekuasaan dan praktik-praktik mafia hukum.

“Sekarang terbukti dengan adanya penangkapan ini. Rudi ini adalah salah seorang dari BP Migas yang sangat kebakaran jenggot. Dia tidak terima sama sekali vonis MK. Dia menyerang vonis MK hanya karena baca di media, belum melihat putusannya,” kata Mahfud MD seperti dikutip dari Tribunnews, Rabu (14/8/2013).

Mahfud menjelaskan, dia pernah berbincang dengan Menteri ESDM Jero Wacik kala itu soal rencana pembubaran BP Migas. Jero meminta adanya perbaikan undang-undang dan sangat butuh pertolongan MK. “Kementerian ESDM juga meminta agar ada pembentukan segera sebuah badan baru,” ujarnya.

Saat UU diajukan untuk uji materi, kata Mahfud, MK sudah mengendus adanya praktik mafia di dalam tubuh BP Migas. Dalam putusannya, MK mengubah BP Migas menjadi SKK Migas. Hal tersebut diputuskan sebagai bagian dari uji materi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

MK berpendapat, keberadaan BP Migas sangat berpotensi bagi terjadinya inefisiensi dan diduga, dalam praktiknya, telah membuka peluang bagi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Menurut MK, keberadaan BP Migas tidak konstitusional, bertentangan dengan tujuan negara tentang pengelolaan sumber daya alam dalam pengorganisasian pemerintah. (Willy Widianto)

http://nasional.kompas.com/read/2013/08/14/0921016/BP.Migas.Jadi.SKK.Migas.Mahfud.Rudi.yang.Paling.Kebakaran.Jenggot.

Kepala SKK Migas Diduga 2 Kali Terima Suap


“KPK juga menangkap empat orang.”
Rabu, 14 Agustus 2013, 09:37

VIVAnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini. Dia diduga menerima suap dari perusahaan minyak PT Kernel Oil.
Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, Rabu 14 Agustus 2013, mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diduga telah menerima suap dari perusahaan minyak milik Amerika Serikat itu sebanyak dua kali.
Pertama, dia diduga menerima uang dari perusahaan itu pada bulan Ramadan lalu sebesar US$300 ribu. “Setelah Lebaran US$400 ribu. Total US$700 ribu,” kata Johan, Rabu 14 Agustus 2013.

Selain menerima uang suap dalam operasi tangkap tangan pada Selasa malam 13 Agustus 2013, KPK juga mengamankan tas warna hitam, motor gede merk BMW, dan sejumlah kardus.

“KPK juga menangkap empat orang, yakni Simon, dua orang satpam, dan satu orang sopir pribadi. Sekarang masih diperiksa di KPK selama 1×24 jam,” kata Johan. (ren)
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/436205-kepala-skk-migas-diduga-2-kali-terima-suap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s