BBM Naik, Inflasi 2012 Bisa 8,5%

JAKARTA – Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, laju inflasi pada 2012 dapat mencapai angka 8,5 persen apabila pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada April mendatang.

Dia memperkirakan, inflasi paling buruk bisa berada pada kisaran 8–8,5%. “Kemungkinan terbaik, laju inflasi akan berada di kisaran 6–7 persen,”ujar Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) dalam diskusi soal BBM di Jakarta, kemarin.

Chairperson Ec-Think ini mengingatkan, laju inflasi yang meningkat tinggi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi harus diperhatikan oleh pemerintah karena kemungkinan paling buruk yang ditimbulkan akan berpengaruh kepada kenaikan harga kebutuhan pangan.

Untuk itu,pemerintah harus kembali mempertimbangkan opsi pembatasan BBM bersubsidi karena risiko politik maupun ekonomi yang diakibatkan lebih kecil dibandingkan menaikkan harga BBM. Apalagi,dampak laju inflasi yang disebabkan oleh pengaturan BBM bersubsidi adalah di bawah 1,5 persen.

Dia menyarankan, penggunaan BBM bersubsidi dibatasi hanya untuk pengguna sepedamotor,angkutanbarang, maupun kendaraan umum karena sosialisasi maupun implementasinya lebih mudah dilakukan.

“Mobil pribadi sudah kriteria tidak layak subsidi, karena definisi orang yang layak mendapat subsidi adalah diberikan kepada orang yang tidak mampu,yaitu yang menggunakan roda dua dan kendaraan umum,”katanya.

Sementara,Menteri BUMN Dahlan Iskan berpendapat,kenaikan harga BBM merupakan keharusan yang dilakukan pemerintah. Kenaikan tersebut seiring naiknya harga minyak mentah internasional dan membengkaknya subsidi BBM oleh pemerintah. “Kenaikan harga BBM itu kan suatu keharusan,” kata Dahlan.

Kendati rencana kenaikan harga BBM bersubsidi banyak mendapat penolakan dari masyarakat, Dahlan berharap pemerintah tetap konsisten dengan keputusannya. “Pemerintah tidak boleh mundur, harus kuat dan tidak boleh lemah,” imbuh Dahlan.

Di sisi lain,The Royal Bank of Scotland (RBS) menilai Indonesia harus bekerja lebih keras untuk dapat tetap bertahan dalam situasi perekonomian global yang masih tidak menentu, khususnya setelah memperoleh peringkat investment grade.

Dia mengatakan, Indonesia sudah pantas mendapatkan investment grade. “Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu bagian dari liga negara-negara besar yang lebih kompetitif,sehingga menuntut para regulator untuk bekerja lebih keras untuk dapat tetap bertahan dalam situasi global yang masih belum stabil,” kataRBS HeadofRatesand FX Strategy Asia Local Markets Chia Woon Khien dalam satu seminar di Jakarta. (J Erna) (Koran SI/Koran SI/mrt)
http://economy.okezone.com/read/2012/03/28/20/600946/bbm-naik-inflasi-2012-bisa-8-5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s