Tomcat


Apa Itu Tomcat

TEMPO.CO , Jakarta – Tomcat jadi buah bibir di jejaring sosial. Penyebabnya, serangga cantik berwarna oranye ini menyerbu sejumlah kawasan di Surabaya. Hewan bernama ilmiah Paederus riparius ini membuat warga di sejumlah permukiman padat penduduk terserang gatal-gatal.

“Dia masuk jenis kumbang yang memakan hama padi,” ujar peneliti serangga dari Institut Pertanian Bogor, Aunu Rauf, Selasa, 20 Maret 2012.

Kumbang Rove itu biasa hidup di sawah. Memamah wereng, kepik, dan hewan pengganggu padi lainnya. Aunu menjelaskan tomcat berkembang biak di tempat lembap. “Larva dan telurnya di dalam tanah,” ujar dia.

Lalu ketika besar dan menjadi kumbang dia berada di luar terrestrial-nya. “Dia terbang dan mencari sinar,” kata Aunu. Selama siang hari tomcat aktif mencari makan. Menjelang senja, dia mulai mencari cahaya sembari mencari makanan.

Kenapa serangga berwarna oranye ini akhirnya masuk perumahan? Analisis Aunu, tomcat bergeser ke permukiman penduduk karena masa panen sudah selesai, sehingga ia perlu mencari sumber makanan baru. Apalagi di permukiman penduduk banyak cahaya yang menarik perhatian serangga ini. “Pada umumnya semua serangga suka cahaya,” katanya.

Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Surabaya Alexandro S. Yahaya memaparkan selama lima hari tomcat menyerbu kawasan penduduk. Tercatat hampir 60 warga terserang gatal-gatal. Alex menuturkan Tomcat sudah menyerang warga Surabaya dari tahun lalu. Tapi tahun ini serangannya meluas.

DIANING SARI
http://m.tempo.co/2012/03/20/391426/

Kiat Menghindari dan Menangani Serangan Tomcat

TEMPO.CO, Bogor – Kumbang Tomcat tidak hanya menjadi predator dari hama-hama padi, tetapi kini juga menyerang manusia, seperti yang terjadi pada warga kompleks apartemen di Surabaya.

Bagaimana cara menghindari dan menangani gangguan kumbang ini? Berikut kiat dari guru besar Entomologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc.

– Karena kumbang ini tertarik cahaya lampu, mematikan lampu atau meredupkan lampu akan mengurangi kedatangan kumbang ini ke rumah kita.

– Pintu dan jendela perlu ditutup rapat-rapat agar kumbang tomcat tidak masuk ke rumah.

– Hindari duduk atau ngobrol di bawah lampu yang di atasnya banyak didatangi kumbang tomcat.

– Kalau ada kumbang tomcat menempel pada tubuh atau pada pakaian kita, jangan sekali-kali memegangnya atau membunuhnya.

– Usir kumbang tadi secara hati-hati dengan cara meniupnya atau mengusirnya dengan potongan kertas.

– Kalau secara tidak sengaja kumbang ini terpijit dan cairannya menempel pada kulit, segera bilas dengan air sabun beberapa kali.

– Bila cairan kumbang ini menempel pada baju atau seprei harus segera dicuci.

– Umumnya gejala muncul 24 jam setelah kulit terkena cairan tubuh kumbang. Bila gejalanya parah segera pergi ke dokter untuk berobat.

ARIHTA U SURBAKTI
http://m.tempo.co/2012/03/21/391643/

Pakar Serangga: Cuci Tangan Kalau Kena Tomcat


TEMPO.CO , Bogor – Pakar serangga dari Institut Pertanian Bogor Aunu Rauf mengatakan kalau Tomcat menempel di tubuh manusia, mengusirnya cukup ditiup saja. Ia menyarankan tidak ada kontak fisik atau menggosok Tomcat dengan tangan. Sebab, cairan racun serangga asli Indonesia ini justru keluar kala Tomcat merasa terancam.

“Kalau terlanjur terkena cairannya, segera basuh dengan air bersih dan sabun. Efek racun Tomcat bisa sembuh sendiri dalam waktu satu minggu,” kata Aunu di Bogor Selasa 20 Maret 2012.

Racun serangga Tomcat memang lebih dahsyat 15 kali lipat dibandingkan bisa ular kobra. Namun masyarakat tidak perlu khawatir, karena serangga ini mengeluarkan cairan “payderin” hanya jika merasa terganggu.

“Memang berdasarkan literatur racunnya lebih kuat dibanding racun kobra. Tapi masyarakat jangan khawatir sama Tomcat,” kata Aunu.

Menurut Aunu, habitat asli Tomcat berada di daerah lembab dan di bawah permukaan tanah, terutama sawah. Sebenarnya Tomcat adalah sahabat para petani. “Tomcat adalah predator hama wereng cokelat. Keberadaannya justru membantu petani dalam mengusir hama pengganggu tanaman. Asal jangan diganggu, Tomcat tidak berbahaya,” kata Aunu.

Lalu apa alasan Tomcat bisa hijrah dari lahan pertanian ke sebuah apartemen Surabaya? Aunu menduga habitat serangga ini berada di lahan apartemen. Tomcat menyukai cahaya.

“Kemungkinan Tomcat terbang ke apartemen karena banyak cahaya lampu. Tapi saya belum ke lapangan, jadi belum tahu penyebab pastinya,” kata Aunu.

ARIHTA U SURBAKTI
http://m.tempo.co/2012/03/20/391519/

Cara Tomcat Berkembang Biak

TEMPO.CO, Bogor – Kumbang Paederus fuscipes atau Tomcat berkembang biak di dalam tanah dan tempat-tempat yang lembap, seperti galengan atau pematang sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya yang juga hidup dalam tanah.

“Setelah dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman,” kata guru besar Entomologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc kepada Tempo, Selasa, 20 Maret 2012.

Siklus hidup kumbang dari sejak telur diletakkan hingga menjadi kumbang dewasa sekitar 18 hari, dengan perincian stadium telur 4 hari, larva 9 hari, dan pupa 5 hari. Kumbang dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakkan telur sebanyak 100 butir telur.

“Kumbang Paederus fuscipes tergolong serangga predator yang makan pada serangga lain. Kumbang ini banyak dijumpai di sawah, dan merupakan musuh alami dari hama-hama padi,” katanya.

Pada siang hari, kumbang tomcat aktif berjalan cepat menyusuri rumpun padi untuk mencari mangsanya yang berupa hama-hama padi, termasuk hama wereng cokelat. Kumbang tomcat juga bisa ditemukan di pertanaman kedelai, jagung, kapas, tebu dan sejenisnya.

“Jadi sebetulnya kumbang tomcat ini adalah serangga yang bermanfaat bagi petani karena membantu mengendalikan hama-hama padi,” jelas Guru Besar Entnomologi IPB ini.

Namun, Tomcat saat ini juga menyerang manusia, seperti yang terjadi pada warga kompleks apartemen di Surabaya. Kemungkinan pemukiman itu dibangun di lokasi perkembangbiakan binatang ini. Di sisi lain, populasi kumbang meningkat menjelang berakhirnya musim hujan.

ARIHTA U SURBAKTI
http://m.tempo.co/2012/03/21/391642/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s