Ectopia Cordis

Tim Dokter Pasang Selaput Pelindung Jantung

Jakarta, Kompas – Tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita dan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita mengoperasi Siti Arrahma (10 hari), bayi dengan jantung di luar tubuh, Rabu (21/9). Operasi tahap pertama ini bertujuan menutupi jantung agar terlindung dari infeksi.

”Penyakit jantung bawaan ini jarang terjadi, rata-rata delapan per 1 juta kelahiran,” kata Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Supriyantoro saat menjenguk bayi itu di RSAB Harapan Kita.

Jantung di luar dada (Ectopia cordis) tidak terlindung sehingga mudah terinfeksi. Pembuluh darah yang menghubungkan jantung dengan organ tubuh lain juga mudah terpelintir dan membahayakan bayi.

Siti adalah anak Khairuddin (28)-Diana (25), warga Desa Muara Basung, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang lahir pada 12 September lalu. Kelahiran berlangsung normal, dibantu dukun.

Saat diketahui ada kelainan, bayi langsung dirujuk ke RS Permata Hati, Duri, kemudian dirujuk ke RS Ibnu Sina, Pekanbaru. Bayi dijemput tim dokter RSAB Harapan Kita dan dibawa ke Jakarta pada 18 September.

Ketua tim dokter RSAB Harapan Kita yang menangani kasus ini, TB Firmansyah Rifai, mengatakan, penyebab kelainan jantung ini belum diketahui pasti. Salah satu dugaan, akibat kurang gizi dan pola asupan makanan ibu yang salah.

Jantung bayi ini tidak mungkin dimasukkan ke tubuh karena rongga jantung yang ada diokupasi paru-paru.

Karena itu, tim akan menutup jantung dengan bahan sintetik hidup dari kardium sapi. Jika tidak sesuai, dokter akan menggunakan bahan sintetik untuk menutup jantung, demikian dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler RSJPD Harapan Kita, Tri Wisesa.

Operasi akan dilakukan dalam beberapa tahap karena jantung Siti banyak kelainan, seperti gangguan aliran darah yang membawa oksigen dari jantung ke paru (tetralogy of fallot) dan gangguan pada sekat bilik jantung (ventricular septal defect).

”Pengalaman menunjukkan, bayi dengan kelainan seperti ini tak mampu bertahan hidup lebih dari satu bulan. Namun, tim dokter akan tetap berusaha,” kata Supriyantoro. (MZW)
http://m.kompas.com/news/read/2011/09/22/06215060/tim.dokter.pasang.selaput.pelindung.jantung

Bayi Lahir dengan Jantung di Luar
SURABAYA, Kompas.com – RSUD Dr Sutomo Surabaya, Sabtu (25/2/2012), menerima kasus kelainan bayi yang memiliki jantung di luar tubuh atau Pentalogy of Cantrel. Bayi yang baru berusia 15 hari itu memiliki berat 2,85 kg dan panjang 50 cm. Bayi itu langsung menjalani perawatan di lantai 2 ruang ICU, Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).

Bayi perempuan yang diberi nama Febryana Omega Hayati itu merupakan anak kelima dari pasangan Ishak Manu (44) dan Nur Hayati (34),  warga Ploso VI/ 29, Surabaya. Dr Agus Harianto SpA , Ketua Divisi Neonatologie RSUD Dr Soetomo menyebutkan, kasus bayi seperti ini sudah yang ketiga kalinya diterima RSUD Dr soetomo.

“Informasi yang kami terima, bayi ini dilahirkan oleh orangtuanya di Bidan Delima Jl Kali Kepiting. Saat ini, kondisinya sedang kami stabilkan dulu,” jelasnya.

Selanjutnya bila mampu bertahan selama seminggu, akan diadakan rapat oleh tim dokter untuk mengambil langkah penangangan. Bayi ini diketahui mempunyai lima kelainan dasar, yaitu jantung di luar, tulang dadanya terbelah (Oternal Neff), sekat rongga dada dan perut yang terbuka (Hernia Diafragma), kelainan jantung (Serambi bocor), dan pada perut terdapat organ yang keluar tetapi masih diliputi selimut. (Surya/Srihandi Lestari)
http://m.kompas.com/news/read/2012/02/26/04204376/Bayi.Lahir.dengan.Jantung.di.Luar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s