SBY Tegur Anas dan Jafar

TEMPO.CO, Jakarta — Susilo Bambang Yudhoyono marah dan menegur Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah serta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang menempatkan Angelina Sondakh di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat. Keduanya diminta menggeser Angie dari Komisi Hukum karena memicu kecaman dari banyak kalangan berkaitan dengan statusnya sebagai tersangka kasus Wisma Atlet.

“Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina marah besar,” kata Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng di Bali kemarin. Menurut dia, begitu mendengar Angie dirotasi dari Komisi Olahraga ke Komisi Hukum, SBY langsung meminta hal itu dibatalkan. Permintaan tersebut, kata dia, disampaikan kepada Jafar dan Anas. “Komentar beliau (SBY), itu sama sekali tidak cerdas,” ujarnya.

Perpindahan Angie diumumkan oleh Jafar Hafsah di gedung DPR pada Selasa, 14 Februari 2012. Keputusan mengocok ulang 12 kader demokrat di DPR itu diklaim Jafar sudah lama direncanakan. Angie berganti posisi dengan M. Nasir, kakak terdakwa kasus Wisma Atlet M. Nazaruddin yang dipindah ke Komisi Energi.

Andi menambahkan, SBY menerima kabar Angie dipindahkan ke Komisi Hukum dan dicopot dari keanggotaan Badan Anggaran pada Rabu malam. “Tidak sepatutnya Angie, yang bermasalah hukum, ditempatkan di komisi yang membidangi masalah hukum,” kata Andi, menirukan penjelasan SBY.

Reaksi atas kepindahan Angie di antaranya datang dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. Ia mengancam tidak akan hadir dalam acara rapat komisi apabila ada Puteri Indonesia 2001 itu.

Ditemui terpisah, Jafar Hafsah mengakui telah ditegur SBY. “Ya, sebetulnya sih seperti itu. Masyarakat kan mempermasalahkan itu,” kata dia. “Angie tetap di Komisi Olahraga,” Jafar menambahkan. Keputusan ini berlaku terhitung sejak Kamis, 16 Februari 2012, sekaligus sebagai ralat pengumuman sebelumnya.

Nama Angie kemarin sudah tercantum dalam daftar absensi rapat Komisi Hukum DPR. Hanya, dalam rapat kerja yang digelar bersama jajaran Kementerian Hukum dan HAM itu, Angie tak terlihat. Menurut Sekretaris Fraksi Demokrat Saan Mustofa, munculnya nama Angie dalam daftar Komisi Hukum karena adanya miskomunikasi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menganggap SBY wajar marah. Sebab, keputusan pergeseran Angie, selain janggal, menimbulkan kecaman publik. “Saya akan pertanyakan atas dasar apa. Apakah memang ada arahan dari Ketua Umum?” tanya dia sembari menambahkan, kalau benar itu keputusan Fraksi dan pimpinan pusat partai, “Kapan keputusan itu? Kok, saya tidak tahu?”

Ruhut Sitompul, salah satu pemimpin Demokrat, menuding koleganya telah menambah masalah baru dalam kemelut di partainya. “Saya kira wajar kalau Pak SBY marah. Rekan-rekan banyak yang tak sensitif.”
ARYANI KRISTANTI | FEBRIYAN | IRA GUSLINA
http://m.tempo.co/2012/02/17/384590/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s