Kader Demokrat Akui Terima Duit untuk Dukung Anas

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara, Diana Maringka, dan 10 pengurus kemarin menyampaikan pengakuan yang menyudutkan Ketua Umum Anas Urbaningrum. Mereka mengaku menerima uang untuk mendukung Anas dalam kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010.

Diana mengaku bersama 10 orang Ketua DPC se-Sulawesi Utara diberi imbalan Rp 100 juta dan satu unit BlackBerry per orang. »Untuk membuktikan jika ungkapan saya ini benar, saya siap untuk uji kebohongan,” katanya kepada Tempo.

Imbalan itu, kata Diana, diberikan dalam beberapa tahap dalam mata uang rupiah dan dolar. Pada tahap pertama Rp 30 juta, lalu US$ 2.000 dan US$ 5.000 pada hari pemilihan. Pengakuan ini memperkuat keterangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin soal politik uang dalam kongres di Bandung.

Kini Komisi Pengawas Partai Demokrat sedang menyelidiki dugaan politik uang itu. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul, langkah komisi merupakan tindakan konkret pembenahan partai dan menguatkan konsolidasi partai menjelang Pemilu 2014. “Ini bagian dari pembersihan seperti dijanjikan SBY,” ujar Ruhut, Kamis, 16 Februari 2012.

Menurut Ruhut, Komisi Pengawas telah memanggil sejumlah kader, di antaranya Diana. “Yang saya tahu baru pemanggilan Diana.” Namun, hingga kemarin, Diana mengaku belum dipanggil oleh Komisi Pengawas. Ia mengaktifkan ponsel dan menjawab semua panggilan meski berasal dari nomor yang tidak dikenalnya untuk berjaga-jaga jika Komisi Pengawas memanggil. »Agar saya tak dianggap lari dari pernyataan saya,” ujar Diana.

Ketua DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf membantah pengakuan sejumlah kader Partai Demokrat di daerah yang mengaku menerima sejumlah uang dalam Kongres Bandung 2010. Ia bahkan menuding bahwa pernyataan adanya politik uang dalam kongres tersebut ditunggangi kepentingan tertentu.

Adapun Ketua Fraksi Partai Demokrat M. Jafar Hafsah mengatakan penyelidikan Komisi Pengawas hanya merupakan cara untuk menegakkan kode etik partai. “Tidak ada keinginan untuk menggusur Anas.”
l FEBRIYAN | IRA GUSLINA | ISA ANSHAR JUSUF | ENDRI K
http://m.tempo.co/2012/02/17/384596/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s