Penderita Alergi Tak Boleh Terlalu Lelah

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Asma akibat alergi dan rinitas alergi sangat mungkin kambuh saat menjalani ibadah haji. Karena alergi-alergi tersebut di antaranya dipicu oleh cuaca dan juga debu.Yang termasuk rinitas alergi contohnya bersin-bersin akibat debu atau udara dingin dan juga pilek di pagi hari akibat udara dingin yang menghilang di siang hari.

Spesialis Penyakit Dalam yang juga konsultan alergi imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Iris Rengganis, mengatakan keluhan asma dan juga infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) paling banyak dialami oleh jamaah haji Indonesia. Beberapa kasus menunjukkan asma dan ISPA itu muncul akibat jamaah alergi terhadap udara dingin dan juga debu.

Menurut Iris, penderita alergi sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan. Di Arab Saudi seperti diketahui suhu udaranya jauh berbeda dibanding di Indonesia. Suhu udara di Arab Saudi bisa mencapai lebih dari 40 derajat celsius, sementara di Indonesia suhu udara rata-rata di bawah 30 derajat celsius. Sedangkan suhu udara yang panas itu bisa turun drastis hingga di bawah lima derajat celcius. “Faktor-faktor ini yang menjadi pemicu terjadinya alergi,” ujarnya.

Selain asma, pilek dan ISPA, alergi terhadap udara yang sangat panas juga memengaruhi kulit. Pada penderita alergi panas tinggi bisa menyebabkan kulit kering dan gatal-gatal. Jika gatal ini muncul maka akan sangat mengganggu.

Oleh sebab itu, kata Iris, penderita alergi jangan terlalu lelah dan cukup isitrahat. “Karena kurang istirahat yang menyebabkan kondisi tubuh lemah mudah memicu keluarnya alergi. Penderita alergi lebih baik memilih ibadah inti haji saja agar tidak capek atau lelah,” imbaunya.

Untuk menghindari alergi yang menyebabkan ISPA, jamaah juga dianjurkan tidak terlalu sering keluar ruangan selain untuk beribadah. Banyak keluar ruangan akan menambah resiko kambuhnya alergi. Karena penderita lebih sering kontak dengan sumber pemicu alergi.

Iris menyarankan agar jamaah melakukan vaksinasi influenza sebelum berangkat ke Tanah Suci. Setidaknya dua pekan sebelum berangkat haji. Karena vaksin membutuhkan waktu dua pekan untuk menumbuhkan kekebalan di dalam tubuh. Vaksin ini berguna untuk mengurangi resiko jamaah terpapar ISPA.

Jika penderita alergi sudah berada di Tanah Suci ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika udara mulai dingin gunakanlah baju hangat atau jaket. Kalau bisa menggunakan kaos dalam.

Sedangkan kalau udara panas gunakanlah masker yang dibasahi air. Ini untuk menjaga kelembaban dan juga menghindari terhirupnya debu yang bisa memicu alergi. “Gunakan selalu pelembab bibir agar bibir tak kering saat panas dan pecah-pecah saat dingin,” saran Iris.

Mengkonsumsi multivitamin juga sangat dianjurkan selain tetap mengkonsumsi makanan bergizi serta minum yang banyak. Sebaiknya mengkonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin A, B, C, D, E dan juga mineral seperti selenium dan zink.

Penderita alergi juga tidak boleh lupa membawa obat alergi yang sudah biasa dikonsumsi. Tidak boleh bergantung pada persediaan obat dokter kloter. Karena obat alergi tidak selalu cocok pada setiap individu. “Jika alergi sudah mulai kambuh dan mengganggu segera lapor ke dokter kloter,” kata Iris.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Prima Restri
http://www.jurnalhaji.com/2011/10/27/penderita-alergi-tak-boleh-terlalu-lelah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s