Kurang Minum, Perusak Konsentrasi Jamaah di Tanah Suci

MADINAH – Jangan sepelekan minum banyak selama di Tanah Suci. Kurang minum membuat tubuh dehidrasi (kurang cairan), lalu konsentrasi terganggu. Bicara juga bisa jadi ngawur.

Inilah yang terjadi pada Pardi bin Majenawi, jamaah yang tersesat di Madinah. Ia bicara tidak nyambung saat ditanya petugas haji Indonesia. Semula, dia dikira mengalami kelainan psikis. Setelah dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia, terungkap dia mengalami dehidrasi.

“Pak Pardi kecapaian dan dehidrasi. Jadi tidak konek komunikasi. Setelah capai dan dehidrasi hilang, normal kembali,” kata Kadaker Madinah, Akhmad Jauhari.

Pardi tersesat pada Senin. Setelah diinapkan semalam di BPHI, hari Selasa dia dikembalikan ke rombongannya.

Makan minum di kalangan lansia adalah masalah sensitif. Pada Selasa kemarin, Ny Kasiyah, juga dari Kebumen, meninggal dunia dalam usia 79 tahun karena kekurangan kalori akibat tidak mau makan minum. Dugaan yang muncul, dia khawatir kebelet ketika melakukan ziarah selama di Madinah.

Air minum di Tanah Suci mudah diperoleh. Ada air zamzam gratis di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram yang bisa direguk sepuas-puasnya. Jus buah pabrikan di toko dijual mulai 2 riyal atau Rp 5.000. Jus buah segar dijual 3-5 riyal. Air putih cukup 1 riyal saja.

Jadi ingat, karena kelembaban Tanah Suci yang sangat jauh di bawah kita, haus atau tidak hasu, Anda harus minum. Lebih baik mencegah sebelum menjadi fatal.
http://www.jurnalhaji.com/2011/10/06/kurang-minum-perusak-konsentrasi-jamaah-di-tanah-suci/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s