Kendalikan Gula Darah Sebelum Berangkat Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyakit diabetes mellitus (DM) bukan penghalang untuk melaksanakan ibadah haji. Namun pasien DM harus mempersiapkan diri, yaitu mengontrol gula darahnya dan juga kompleksitasnya.

Jika belum terkontrol, lebih baik sebelum berangkat haji secara intensif memeriksakan gula darahnya sampai terkontrol.

Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dante Saksono Harbuwono, mengatakan saat pasien DM pergi berhaji yang memperberat adalah lamnaya rentang waktu ibadah dan juga kondisi yang tidak teratur termasuk kebiasaan makan. “Kurangi porsi makan jika makan pembagian lebih banyak dari yang biasa dikonsumsi sehari-hari,” saran Dante.

Beribadah adalah hal yang baik tapi tetap harus menjaga kesehatan. Pasien diminta tidak mengubah kebiasaan makan yang sudah dijalani di Tanah Air. Jangan sampai terlalu asyik ibadah lalu lupa makan tapi minum obat. Atau tidak minum obat lalu makan lebih banyak. Hal ini akan memengaruhi kondisi gula darah.

Bagi jamaah yang mengalami gula darah drop atau hipoglikemi jangan lupa selalu membawa permen di saku. Hal ini untuk antisipasi jika ransum makan telat. Jangan juga minum obat sebelum makan karena akan menyebabkan turunnya kadar gula lebih banyak.

Untuk pasien DM yang rutin mengkonsumsi insulin, jelas Dante, jangan malu untuk menyuntikkan insulin jika waktunya untuk suntik. “Penyuntikan insulin tidak membatalkan wudhu,” ujarnya.

Untuk tetap mengontrol gula darah, jamaah bisa melakukan cek 1-2 kali sepekan. Jamaah bisa memeriksakan di pos kesehatan. Tapi jika punya alat cek gula darah sendiri lebih baik dibawa.

Tanda-tanda yang harus diwaspadai padi pasien DM hipoglikemi atau darah drop adalah keluar keringat dingin, mual, mata berkunang-kunang. Jika hal ini sudah terasa langsung cek gula darah di posko kesehatan.

Sedangkan untuk gula darah yang merangkak naik, tanda-tanda yang harus diwaspadai adalah buang air kecil terus menerus. Jangan telat untuk bertindak, segera minum air, karena banyak buang air kecil bisa mengarah ke dehidrasi karena kurang cairan di dalam tubuh. Jika tidak segera diatasi dapat memicu hiperosmolar non-ketotik, di mana gula darah naik, darah mengental.

Bagi penderita DM berat yang sudah rutin menggunakan insulin disarankan untuk mempunyai pendamping atau partner. Atau jamaah bisa melaporkan kondisi penyakitnya kepada kepala regu atau teman terdekat. Hal ini sangat membantu jika sudah jamaah sudah mulai tak sadar seperti plin plan, orang di dekatnya sudah bisa deteksi dan bisa segera memberikan pertolongan.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Prima Restri
http://www.jurnalhaji.com/2011/10/13/kendalikan-gula-darah-sebelum-berangkat-haji/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s