Anas Menghitung Hari

Penulis : Akhmad Mustain
Senin, 30 Januari 2012 00:00 WIB

ANAS Urbaningrum kian terdesak. Sumber Media Indonesia di kalangan Partai Demokrat menyebut Anas hanya punya waktu dua bulan sebagai ketua umum.

“Di Demokrat akan ada perubahan dalam dua bulan ke depan. Namun, jika KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bergerak lebih awal, akan langsung ada kebijakan dari majelis tinggi terhadap posisi Anas,” ungkap sumber itu, kemarin.

Keputusan tersebut, sambung dia, merupakan hasil rapat Dewan Pembina Demokrat pada Selasa (24/1) malam di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor. Dalam rapat selama 3 jam itu, SBY berpesan tiga hal sebelum mengambil kebijakan strategis terkait dengan kasus Wisma Atlet dan Hambalang yang melilit sejumlah kader partai.

Pertama, SBY akan bertemu dengan Anas. Kedua, menunggu informasi lebih lanjut dari KPK. “Artinya menunggu status keterlibatan Anas dalam kasus Wisma Atlet ataupun proyek Hambalang oleh KPK.”

Langkah ketiga, SBY ingin melokalisasi permasalahan. Ketua Dewan Pembina Demokrat itu, lanjut sang sumber, mengistilahkannya sebagai ‘menarik benang dalam tepung’.

“Ibarat menarik benang dalam tepung, benang tidak boleh putus, tepung jangan sampai rusak. Bila tepung adalah kepentingan partai dan benang kepentingan politik, pilihannya adalah menjaga tepung tidak rusak,” papar dia.

Langkah pertama sudah dilakukan Yudhoyono. Pada Kamis lalu, ia memanggil Anas dan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono ke Cikeas. Itu merupakan pertemuan kedua Yudhoyono-Anas dalam sepekan setelah pertemuan pada Senin.

Namun, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok menegaskan pertemuan SBY-Anas kali kedua itu sama sekali tidak membahas mengenai dugaan keterlibatan Anas dalam proyek Wisma Atlet dan proyek fasilitas olahraga terpadu Hambalang.

“Itu merupakan pertemuan rutin. Anas didampingi Ibas melaporkan hasil pelantikan Dewan Pengurus Daerah Demokrat dan melaporkan ia dinobatkan menjadi bapak angkat nelayan dan budi daya,” papar Mubarok, kemarin.

Anggota Dewan Penasihat Demokrat Ventje Rumangkang meminta agar ada penyikapan cepat atas kasus yang melilit Demokrat. “Sejak mencuat kasus Nazaruddin, popularitas Demokrat turun 7%.”

Sejumlah elite Demokrat pun mendesak KPK untuk segera memberikan kejelasan status dalam kasus Wisma Atlet. Namun, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menegaskan bahwa KPK tidak boleh diintervensi siapa pun. “Kami peringatkan Demokrat untuk tidak mendikte KPK. Kami akan menghiraukan itu. Kami bekerja berdasarkan alat bukti,” kata Busyro, tadi malam.

Nama Anas disebut-sebut dalam sidang kasus korupsi Wisma Atlet dengan terdakwa mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Dalam persidangan itu, saksi Mindo Rosalina Manulang menyebut adanya jatah untuk Partai Demokrat dari proyek. Anas pun disebutnya terlibat.

Saksi Yulianis juga menyebutkan ada catatan penyerahan uang Rp100 juta untuk Anas, Rp150 juta untuk Andi Mallarangeng, dan untuk biaya kongres Demokrat di Bandung. Anas dan Andi membantah keterangan adanya aliran uang itu. (*/AT/X-7)
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/30/294877/265/114/Anas-Menghitung-Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s