Inilah Transaksi Tidak Wajar di Bank Century


INILAH.COM, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 13 transaksi tidak wajar di Bank Century baik sebelum maupun sesudah diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Temuan BPK yang pertama sebagai berikut:

Dana hasil penjualan SSB US Treasury Strips (UTS) Bank Century sebesar USD 29.77 juta digelapkan perusahaan berinisial FGAH yang dimiliki oleh HAW dan RAR.

Hasil penjualam UTS sebesar USD 41 juta dengan nilai bersih USD 38.86 juta diantaranya sebesar USD30.28 juta tidak diterima oleh Bank Century karena menurut DBSL jumlah tersebut dijadikan jaminan kredit FGAH di DBSL.

Selanjutnya jaminan tersebut dicairkan untuk melunasi kredit FGAH sebesar USD 29.77 juta, sedangkan sisanya sebesar USD 51 juta ditransfer ke rekening Bank Century di Standard Chartered New York.

BPK berkesimpulan bahwa patut diduga bahwa telah terjadi penggelapan hasil penjualan US Treasury Strips (UTS) yang menjadi hak Bank Century sebesar USD 29.77 juta oleh HAW dan RAR sebagai pemilik FGAH, yang merugikan Bank Century dan pada akhirnya membebani PMS (Penyertaan Modal Sementara).

Temuan BPK ini telah diberikan ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tertuang dalam surat nomor 87A/LHP/VI/12/2011 tertanggal 22 Desember 2011.

INILAH.COM, Jakarta – Melalui surat nomor 87A/LHP/VI/12/2011 tertanggal 22 Desember 2011 BPK menemukan 13 transaksi tidak wajar di Bank Century baik sebelum maupun sesudah diambilalih oleh LPS. Temuan kedelapan BPK sebagai berikut:

Sebagaian dana valas yang diduga digelapkan oleh Sdri. DT mengalir kepada Sdr. ZEM di tahun 2008 sebesar USD392,110.

Dari transaski dana kas valas keluar dari Sdri. DT tahun 2008, diketahui terdapat penyetoran ke rekening valas Sdr. ZEM di BC dan penyeerahan valas secara tunai oleh Sdri. DT kepada Sdr. ZEM dengan total penyetoran dan penyerahan sebesar USD 392,110. Transaksi valas antara Sdr. ZEM dengan BC diakui Sdr. ZEM dan Sdri. Stp (staf priority banking) BC sebagai tarnsaksi yang berhubungan dengan investasi Sdr. ZEM di CIC-IC dalam bentuk PN.

Dari hasil penelusuran lebih lanjut atas transaksi antara Sdr. ZEM dengan BC diketahui sebagai berikut:

A. Informasi yang diperoleh BPK mengenai hubungan antara Sdr. ZEM, BC, dan CIC-IC adalah sebagai berikut:
1. Transaksi yang berkaitan dengan penempatan dan pencairan pokok PN tahun 2008 menurut keterangan Sdr. ZEM dilakuakn secara tunai, namun BPK tidak menemukan bukti penyetoran baik di BC maupun yang dimiliki oleh Sdr. ZEM. Berdasarkan penjelasan Sdr. TIT pada tanggal 19 Oktober 2011, tidak ada pemasukan kas valas secara fisik di BC. Bukti yang dimiliki oleh Sdr. ZEM berupa sertifikat PN.
2. Dari sertifikat PN yang dimiliki Sdr. ZEM, diketahui bahwa CIC-IC berkedudukan di British Virgin Island, namun pengetikan formulirnya dilakukan oleh staf Sdri. HT bernama Sdri. SKB atas perintah Sdri. HT yang berkoordinasi dengan Sdr. RT.
3. Sdr ZEM menyatakan bahwa tingkat bunga atas investasi CIC-IC ditentukan oleh Sdr. RT dan seluruh transaksi melalui BC.
4. Sdr. RT mengaku tidak mengenal CIC-IC dan tidak ada pihak di BC yang dapat menjelaskan keberadaan CIC-IC.
5. CIC-IC tidak memiliki rekeining di BC dan tidak ada aliran dana dari CIC-IC ke BC dalam bentuk apapun.

B. Dalam periode Januari s.d November 2008, terdapat 56 transaksi yang dicatat sebagai penyetoran ke rekening Sdr. ZEM di BC sebesar USD 74,300. Penyetoran tersebut tanpa disertai dengan penyerahan dana valas secara fisik. Sdr. ZEM menyatakan bahwa setoran tersebut merupakan bunga atas investasi PN Sdr. ZEM di CICI-IC. BPK menemukan bahwa transaksi tersebut oleh Sdri. TP dan Sdr. TIT dicatat sebagai penambah utang Sdri. DT kepada BC.

C. Dalam periode tahun 2008, terdapat enam kali penyerahan valas secara tunai sebeasr USD 317,810 dari BC kepada Sdr. ZEM melalui Priority Banking and Marketing, yang terdiri dari:
1. Tanggal 05 Maret 2008 sebesar USD 50,000
2. Tanggal 2 April 2008 sebesar USD1,000
3. Tanggal 16 Mei 2008 sebesar USD2,400
4. Tanggal 10 Juli 2008 sebesar USD98,436
5. Tanggal 17 Juli 2008 sebesar USD165,000
6. Tanggal 21 Oktober 2008 sebesar USD974

Menurut penjelasan Sdr. ZEM dan Sdri. Stp, penyerahan valas secara tunai terkait dengan pencairan pokok investasi dan pendapat bunga milik Sdr. ZEM di CIC-IC. BPK tidak menemukan dokumen yang mendukung penjelasan tersebut.

Transaksi BC dengan Sdr. ZEM pada tahun 2008 sebesar USD392,110 merupakan sebagaian dari kerugian BC dalam transaksi valas dan kemudian menjadi beban PMS.

BPK belum memperoleh data yang memadai atas transaski Sdr. ZEM perode tahun 2005 S.d 2007, yang tidak memungkinkan BPK untuk mengambil kesimpulan. Menurut keterangan Sdr. TIT, data tersebut dikuasai oleh Sdri. DT.

BPK berkesimpulan bahwa:
1. Transaski BC dengan Sdr. ZEM pada tahun 2008 sebesar USD 392,110 merupakan sebagaian dari kerugian BC dalam transaksi valas dan kemudian menjadi beban PMS.
2. BPK belum memperoleh data yang memadai atas transaksi Sdr. ZEM periode tahun 2005 s.d 2007 yang tidak memungkinkan BPK untuk mengambil kesimpulan. Menurut keterangan Sdr. TIT, data tersebut dikuasai oleh Sdri. DT.

http://nasional.inilah.com/read/detail/1811126/inilah-transaksi-tidak-wajar-di-bank-century-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s