Bila Hamil dengan Riwayat Asam Urat

HALO Dok, saya baru mengandung 7 minggu. Usia saya saat ini 29 tahun dan ini adalah kehamilan pertama.

Sebelumnya saya sempat didiagnosa mengalami asam urat berlebih, akibatnya saya kerap mengalami nyeri di persendian. Saya ingin tanya, bagaimana efeknya pada kehamilan saya? Apakah kondisi hamil dapat memicu asam urat jadi lebih tinggi lagi? Apa yang harus saya lakukan?

Mohon sarannya. Terimakasih. Anjani Rendrawan, Pulo Mas

Jawab
dr M. Andalas, SpOG dari RSU dr. Zainoel Abidin menjelaskan, tingginya kadar asam urat bagi bumil tentu tidak baik karena kadar yang tinggi berpotensi menimbulkan risiko bagi ibu maupun bayi yang dikandungnya.

Masalah yang dapat timbul bagi janin meliputi kadar asam urat tinggi dalam darah, kegagalan ginjal akut, penyakit gout, gangguan sel-sel saraf yang berakibat otot menjadi lemah, kejang, dan gerakan inkordinasi.

Bahkan dalam sebuah liteatur (Nelson, Textbook of Pediatric) dikatakan akibat lain yaitu gangguan perkembangan, mental retardasi, dan autisma.

Cikal Bakal Asam Urat

Asam urat (2,6,8 troxypurine) merupakan hasil produk dari purin. Purin merupakan sumber utama energi yang disalurkan melalui adenosine triphospat (ATP). Purin bersama pirimidin mejadi sumber Ribonucleid Acid (RNA )dan deoxyribo nucleid acid (DNA) yang disimpan dalam sel dan darah. Purin juga berperan sebagai coenzyme yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh.

Purin alias cikal bakal asam urat utama dibentuk melalui proses biosintesa dari dalam tubuh, dan sebagian dari asupan makanan, seperti ikan sarden dan jeroan.

Hindari Makanan Pemicu

Umumnya, semua proses dari dalam tubuh maupun asupan berlebihan dari luar akan dimetabolisme di hepar (hati). Setelah itu sebagian besar yang tak digunakan akan dikeluarkan oleh tubuh.

Nah, akan menjadi masalah bila asam urat tidak dibuang lalu kadarnya meningkat dalam darah seseorang sehingga menjadi racun. Asam urat yang berlebih tersebut akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.

Biasanya, kadar asam urat normal dalam darah wanita tidak hamil adalah 2,5 – 5,6 mg/dl. Kadar dalam darah bervariatif selama rentang kehamilan. Masa 3 bulan pertama antara 2,0 – 4,2 mg/dl, triwulan kedua, 2,4 – 4,9 mg/dl dan meningkat pada triwulan ketiga yakni 3,1 – 6,3 mg/dl.

Sejauh ini belum diketahui apakah dengan hamil akan meningkatkan kadar asam urat. Yang pasti, hindari asupan makanan yang berpotensi meningkatkan kadar purin dalam tubuh, seperti sayur bayam, kedelai, jeroan, melinjo, atau ikan sarden.

Banyak Minum Air Putih

Asam urat rendah daya larut dalam air sehingga secara berkesinambungan harus diekskresikan melalui air seni. Dokter biasanya menganjurkan orang dengan kadar asam urat tinggi untuk banyak minum air demi menghindari efek racun bila tertimbun, misal penyakit gout.

Selain itu, bagi ibu yang mengalami preeklamsia, lebih berisiko terjadinya peningkatan kadar asam urat. Karena, dengan adanya preeklamsia berakibat pada gangguan sekresi/pengeluaran sisa asam urat.

Walaupun kadar asam urat bukan pertanda khusus untuk penyakit spesifik tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari faktor penyebab.

Jangan terlalu khawatir dengan riwayat kadar asam urat yang lalu. Lakukan pemeriksaan dengan teratur ke dokter keluarga/kandungan sehingga bisa terhindar dari risiko yang diinginkan bagi janin. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie) (/) (ftr)
http://m.okezone.com/read/2011/11/25/27/534337/bila-hamil-dengan-riwayat-asam-urat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s