Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI

detikcom – Jakarta, Meski tim sepakbolanya kalah, Indonesia masih punya banyak prestasi lain di Sea Games XXVI yang baru saja usai. Bukan hanya keluar sebagai juara umum, Indonesia untuk pertama kalinya juga berhasil menggelar Sea Games tanpa menggunakan sponsor rokok.

Adanya sponsor rokok dinilai bertentangan dengan semangat sportivitas dalam olahraga. Di satu sisi olahraga bertujuan agar orang menjadi lebih sehat, sementara rokok di sisi lainjustru merusak kesehatan dengan ratusan racun yang terkandung di dalam asapnya.

“Rokok juga merupakan pintu gerbang kemaksiatan, seperti narkoba, HIV/AIDS dan lain-lain,” kata Prof Dr dr Afansa Moeloek, SpOG, ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam konferensi pers di kantor Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Sea Games XXVI 2011 ini merupakan gelaran pesta olahraga multicabang yang pelaksanaannya harus bebas asap, iklan, promosi dan sponsor rokok. Smoke Free Sea Games atau Sea Games bebas asap rokok pertama kali digelar di Vietnam tahun 2003, lalu di Filipina tahun 2005 dan Laos tahun 2009.

Dengan sukses ini, diharapkan event-event olahraga lain yang digelar di Indonesia juga akan bebas rokok. Bahkan Sekretaris Komite Eksekutif Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Sarluhut Napitupulu menjamin liga sepakbola Indonesia musim ini juga akan bebas sponsor rokok.

“Ini juga akan menjadi kompetisi pertama kita yang bebas sponsor rokok,” kata Sarluhut yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Dukungan terhadap kampanye antirokok juga datang dari kalangan atlet, khususnya pemain sepakbola yang dalam Sea Games XXVI baru saja dikalahkan Malaysia. Titus Bonai alias Tibo, bintang muda asal Papua yang memperkuat tim nasional sepakbola Indonesia berpesan agar generasi muda menjauhi rokok.

“Janganlah merokok, karena kami para atlet sangat terganggu. Atlet butuh fisik dan pernapasan yang bagus. Tapi rokok bisa mengganggu pernapasan kami,” kata Tibo yang memang besar di keluarga yang bebas rokok.
http://m.detik.com/read/2011/11/24/155519/1774929/763/tanpa-sponsor-rokok-ri-mampu-gelar-sea-games-xxvi

Titus Bonai Tolak Bintangi Iklan Rokok Meski Dibayar Rp 10 M


detikcom – Jakarta, Bintang sepakbola Indonesia yang tengah naik daun, Titus Bonai sangat anti terhadap rokok. Bukan cuma tidak doyan merokok, ia juga tak mau membintangi iklan rokok meski dibayar Rp 10 miliar.

“Puji Tuhan, akan saya tolak,” kata Tibo, panggilan akrabnya saat ditanyai apakah tetap menolak jika bayaran sebagai bintang iklan rokok mencapai Rp 10 miliar, dalam jumpa pers di Yayasan Jantung Indonesia, Cikini, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Tibo, bintang sepakbola kelahiran Papua 4 Maret 1989 ini mengaku memang berasal dari keluarga yang bebas rokok. Orangtuanya sejak dulu memang tidak merokok, sehingga ia merasa malu kalau dirinya sampai kecanduan rokok.

Sama seperti Tibo, bintang sepakbola Indonesia lainnya yakni Octovianus Maniani alias Octo juga sangat antirokok. Meski ornagtuanya sendiri adalah perokok, ia merasa tidak perlu ikut-ikutan karena tahu bahwa asapnya tidak baik untuk fisiknya sebagai atlet profesional.

“Bagi seorang atlet, air lebih penting untuk tubuh kita. Kalau rokok malah merusak. Jadi sama seperti Tibo, saya juga tidak merokok. Kalau iklan rokok, berapapun (honornya) akan saya tolak,” kata Octo.

Sementara itu, pengamat sosial Imam Prasodjo juga sependapat dengan kedua atlet muda berbakat yang sednag naik daun di Indonesia tersebut. Menurutnya, efek rokok sangat merusak generasi muda dan bahkan jauh lebih berbahaya dibandingkan serangan teroris.

“Teroris hanya membunuh 1 dari 5 juta orang. Bunuh diri hanya menyumbang 1 kematian di antara 10 ribu orang. Kematian yang terkait dengan sepakbola, hanya 1 dari 25 ribu orang. Tapi rokok, bisa membunuh 1 dari 200 orang,” tegas Imam.

Mengenai sponsor rokok dalam event olahraga, sesepuh persepakbolaan Indonesia Arifin Panigoro mengaku optimistis pembinaan olahraga di Indonesia tetap bisa berjalan tanpa sponsor rokok. Menurutnya, perusahaan selain rokok juga banyak yang berminat menyeponsori.

“Bahkan selama ini banyak sponsor yang ingin masuk, tapi justru tidak jadi karena tidak mau disandingkan dengan iklan rokok,” kata Arifin tanpa menyebutkan dengan lebih detail jenis sponsor yang dimaksud.
http://m.detik.com/read/2011/11/24/161750/1774959/763/titus-bonai-tolak-bintangi-iklan-rokok-meski-dibayar-rp-10-m

Daripada Rokok, Titus Bonai Pilih Kunyah Kapur Sirih

detikcom – Jakarta, Bintang sepakbola Indonesia, Titus Bonai membocorkan rahasianya untuk selalu jauh dari rokok. Daripada merokok, ia lebih suka mengunyah kapur sirih dicampur buah pinang (menginang) dan terbukti cara ini membuatnya tak pernah merasa butuh rokok.

“Itu rasanya sama saja seperti rokok. Kapur sirih saja, sama pinang tidak usah pakai tembakau lalu dikunyah begitu saja. Jangan merokok,” kata Tibo, panggilan akrab pria kelahiran Papua ini seusai jumpa pers di Yayasan Jantung Indonesia, Kamis (24/11/2011).

Berkat kebiasaan uniknya itu, Tibo merasa tidak butuh untuk coba-coba merokok. Kalau kebanyakan perokok menghisap tembakau hanya agar merasa rileks dan meredakan stres, Tibo mengaku juga bisa mendapatkan efek tersebut dengan mengunyah pinang dan kapur sirih.

Kebiasaan ini merupakan tradisi sebagian warga Papua yang diwariskan turun temurun dalam keluarganya. Tak mengherankan jika kemudian ia mengatakan, keluarganya adalah keluarga yang bebas asap rokok karena semuanya pilih mengunyah kapur sirih daripada merokok.

Seperti yang pernah diberitakan detikHealth sebelumnya, dauh sirih seperti yang sering dikunyah Tibo adalah antiseptik alami yang baik untuk kebersihan rongga mulut. Rutin mengunyah sirih disebut-sebut bisa mencegah bau mulut serta risiko sakit gigi.

Sementara itu, endapan kapur yang biasanya dikunyah bersama daun sirih juga kemiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi. Diyakini, kapur yang dalam Bahasa jawa dikenal dengan istilah ‘enjet’ ini bisa membantu menjaga kekuatan gigi dan tulang.

Satu-satunya efek samping dari mengunyah kapur sirih mungkin hanya air ludahnya yang berubah menjadi kemerahan. Bukan karena kapur maupun sirihnya, melainkan karena kandungan arecoline dalam buah pinang yang memang bisa memberi warna merah pada air ludah.
http://m.detik.com/read/2011/11/24/173659/1775047/763/daripada-rokok-titus-bonai-pilih-kunyah-kapur-sirih

One response to “Tanpa Sponsor Rokok, RI Mampu Gelar Sea Games XXVI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s