Kepuasan Publik pada Kabinet SBY Boediono Hanya 37,7 Persen

SURVEI LSI: “Tingkat Kepuasan Pada Kabinet SBY Hanya 37,7 Persen

JAKARTA – Lembaga survei LSI kembali melakukan pemetaan kepuasan kepuasan publik terhadap kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II. Hasilnya, Tingkat kepuasan publik hanya mencapai 37,7 persen atau melorot sekitar 15 persen

Peneliti Lembaga Survei Indonesia, Adjie Alfaraby mengatakan tingkat ketidakpuasan publik pada kabinet yang dipimpin Presiden SBY – Wakil Presiden Boediono bahkan mencapai 44,7 persen.

“Dari 1.200 responden, sebanyak 44,7 persen mengatakan tidak puas, sementara 17,7 persen menyatakan tidak tahu” ujarnya dalam jumpa pers Lingkaran Survei Indonesia (LSI) periode 5-10 September 2011 di Jakarta, Minggu (18/9).

Adjie menambahkan kasus korupsi menjadi kontribusi terbesar, disusul kebijakan negatif juga menjadi instrumen yang mempengaruhi turunnya kepercayaan publik.

Masyarakat kini sudah terlanjur kecewa dengan sejumlah kasus korupsi yang melibatkan para Menteri.

Seperti diketahui, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng dari Partai Demokrat diduga terlibat suap proyek wisma atlet SEA Games di Palembang.

Sementara itu, publik juga menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa yang diduga terlibat suap.

Parameter lain yang melemahkan kepuasan publik adalah adanya kebijakan negatif yang dikeluarkan beberapa menteri. Yakni, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar dari Partai Amanat Nasional dalam memberikan remisi kepada koruptor.

Selain itu, kebijakan Menteri Agama, Suryadharma Ali dinilai tidak melindungi warga minoritas (Ahmadiyah). Itu semua menjadi penyebab menurunnya tingkat kepuasan publik. (c4/sep)
http://wartapedia.com/nasional/korupsi/lsm/5190-survei-lsi-qtingkat-kepuasan-pada-kabinet-sby-hanya-377-persen-.html

Survei Membuktikan, Masyarakat Kecewa SBY-Boediono

JAKARTA – Kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan wakilnya Boediono kembali mendapat sorotan. Berdasarkan hasil survei, kepuasan publik terhadap mereka turun drastis dari sebelumnya.

Berdasarkan rilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), kepuasan publik terhadap dua tahun kabinet SBY-Boediono berada di bawah 50 persen. Hal ini dinilai mereka sebuah ironi.

“Survei kami ini dilaksanakan pada 5-10 September 2011, ada temuan penting yang membuat kita kaget, kepuasan publik turun jauh di bawah 50,” kata peneliti LSI Aji Alfaraby, dalam jumpa pers di Graha Dua Rajawali LSI, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (18/9/2011).

Menurut dia, kepuasan masyarakat terhadap kinerja mereka hanya 37,7 persen. Survei tersebut, lanjutnya, diambil dari 1.200 orang dengan cara tatap muka dan sampling eror 2,9 persen.

“Yang menyatakan tidak puas 44,7 persen dan yang menyatakan tidak tahu 17,7 persen,” tukasnya.

Dalam waktu dua tahun kinerja SBY-Boediono, nilai kepuasan masyarakat yang 37,7 persen harus dijadikan evaluasi. Jika diabaikan, tidak menutup kemungkinan angka kepuasan masyarakat akan kembali mengalami penurunan.

“Bagi kami ini sebuah warning untuk pemerintah,” tukasnya.
(teb)
http://news.okezone.com/read/2011/09/18/339/503954/survei-membuktikan-masyarakat-kecewa-sby-boediono

Survey LSI: Kinerja Pemerintahan SBY Makin Anjlok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil survey terbaru yang dilakukan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) mengungkap fakta melorotnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan SBY-Boediono.

Dari tiga kali survey yang dilakukan, survey terakhir, September 2011, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan ini, hanya tinggal 37,7 persen.

“Ini menjadi sebuah pekerjaan rumah besar bagi pemerintahan SBY-Boediono. Angka ini, sangat kecil bagi kepuasan publik terhadap pemerintah ini. Tingkat kepuasan publik makin melorot,” ujar peneliti LSI Aji Alparabi, saat memaparkan hasil survey LSI, Minggu (189/2011).

Aji menegaskan, kasus korupsi yang kini ditangani KPK di beberapa kementerian, menjadi penyebab makin rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Selain itu, banyak kebijakan-kebijakan yang dianggap negatif oleh publik.

Dari survey LSI terkini, hanya 37,7 persen menyatakan sangat puas kinirja pemerintahan SBY-Boediono. Yang menyatakan tidak puas, sebesar 44,7 persen. Sedangkan yang tidak menjawab sebesar 17 persen.

Dalam tiga kali survey yang dilakukan, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan SBY-Boediono semakin melorot. Pada Januari 2010, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan SBY masih 52,3 persen.

Pada bulan September, di tahun yang sama turun menjadi 46,5 persen. Pada bulan September tahun ini, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan SBY-Boediono, melorot menjadi 37,7 persen. (*)
Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Harismanto
http://www.tribunnews.com/2011/09/18/survey-lsi-kinerja-pemerintahan-sby-makin-anjlok

Kepercayaan Publik atas Kabinet SBY-Boediono Anjlok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dua kasus yang menerpa dua menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II pemerintahan SBY-Boediono mengakibatkan kepercayaan publik melorot. Hanya dalam dua tahun kepemimpinan, kepercayaan publik terhadap KIB II SBY-Boediono anjlok hingga 37,7 persen.

Penurunan ini merupakan hasil survei terhadap 1.200 responden yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia selama periode 5-10 September lalu. “Angka kepercayaan publik ini sangat kecil untuk ukuran sebuah pemerintahan,” ujar peneliti LSI, Adjie Alfaraby usai merilis hasil survei di Gedung LSI, Rawangun, Ahad (18/9).

Dua kasus yang dijadikan LSI sebagai obyek pertanyaan saat melakukan wawancara mendalam terhadap responden adalah kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olah Raga serta kasus terbaru, suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi.

Menpora Andi Mallarangeng disebut terlibat dalam mafia anggaran Wisma Atlet SEA Games, sementara Menakrtrans Muhaimin disebut meminta uang suap Rp 1,5 miliar kepada perusahaan pelaksanam program transmigrasi.

“Walaupun proses hukum masih berjalan, apakah kedua menteri ini terlibat atau tidak, tapi publik menilai ada hal yang ganjil, yaitu tokoh yang terlibat berasal dari partai yang sama dengan kedua pimpinan kementerian itu,” papar Adjie.

Dalam dua tahun pemerintahan SBY sejak terpilih kembali pada 2009, LSI mencatat penurunan kepercayaan publik sebesar 13 persen. Jika pada survei 100 hari kabinet (Januari 2010), LSI mencatat kepercayaan publik masih besar hingga 52,3 persen, tetapi merosot menjadi 46,5 persen pada survei 1 tahun kabinet (September 2010).

Angka ini terus anjlok menjadi tersisa 37,7 persen pada survei 2 tahun kabinet kali ini. Survei yang dilakukan LSI ini kembali menyoroti tingkat kepopuleran SBY maupun Demokrat, setelah beberapa bulan lalu mengangkat kasus M Nazaruddin yang membuat kepercayaan publik juga merosot. Survei LSI ini memiliki tingkat kesalahan 2,9 persen.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Ditto Pappilanda
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/11/09/18/lrphap-kepercayaan-publik-atas-kabinet-sbyboediono-anjlok

LSI: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Kabinet hanya 37,7 Persen

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II yang dipimpin Presiden SBY – Wakil Presiden Boediono selama dua tahun terakhir melorot drastis. Tingkat kepuasan publik hanya mencapai 37,7 persen atau melorot sekitar 15 persen dalam dua tahun terakhir.

Kemerosotan tingkat kepuasan publik itu terekam dari survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) periode 5-10 September 2011 yang dipaparkan di Jakarta, Ahad (18/9). Kemerosotan terjadi akibat sejumlah isu menerpa beberapa menteri yang berasal dari partai politik pendukung koalisi pemerintah.

Seperti diketahui, sejumlah menteri diterpa isu tak sedap dan diduga terlibat kasus dugaan korupsi. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng dari Partai Demokrat diduga terlibat suap proyek wisma atlet SEA Games di Palembang. Sedangkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dari Partai Kebangkitan Bangsa diduga terlibat suap di kementeriannya.

Selain itu, ada kebijakan negatif beberapa menteri. Seperti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar dari Partai Amanat Nasional dalam memberikan remisi kepada koruptor serta kebijakan Menteri Agama Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan yang dinilai tidak melindungi warga minoritas (Ahmadiyah). Itu semua menjadi penyebab menurunnya tingkat kepuasan publik.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengungkapkan, banyaknya menteri asal parpol yang diterpa isu tak sedap selain berpengaruh pada tingkat kepuasan publik juga akan berpengaruh pada elektabilitas partai asalnya. “Pasti berpengaruh,” ujar Alfaraby.

Namun demikian, kata Alfaraby, faktor elektabilitas bukan hanya karena menteri-menteri asal parpol tersebut. Faktor lain yang berhubungan dengan parpol, menurut Alfaraby, juga mempengaruhi. “Tapi memang kepercayaan publik terhadap parpol sudah terlalu rendah karena parpol dianggap lebih melindungi kepentingan partai daripada kepentingan rakyat,” ujar Alfaraby. (MI/DOR)
http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/09/18/65191/LSI-Kepuasan-Publik-terhadap-Kinerja-Kabinet-hanya-37-7-Persen

Akibat 8 Kementerian, Kepercayaan Publik Pada SBY Tinggal 37,7%

Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden SBY turun tinggal 37,7 persen. Ada sejumlah isu yang menjadi penyebab termasuk masalah di 8 kementerian yang ikut mempengaruhi.

Tingkat kepercayaan itu menurun 15 persen. Pada Januari 2010, SBY masih berada di angka aman 52,3 persen. Dalam perhitungan LSI, angka 37,7 dianggap tidak aman. Korupsi dan skandal selingkuh menjadi salah satu penyebab.

Angka tersebut dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) di kantornya, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (18/9/2011). Survei dilakukan 5 hingga 10 September 2011 dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden. Teknis survei bermargin error 2,9 persen ini dilakukan dengan wawancara tatap muka maupun kuisioner.

“Hasilnya, kini hanya 37,7 persen publik yang puas atas kinerja kabinet SBY-Boediono. Hanya kurang dari 2 tahun sudah merosot 15 persen,” kata peneliti LSI Adjie Alfaraby saat memaparkan hasil survei LSI.

Menurut survei tersebut terdapat 5 alasan dominan yang mendorong kepercayaan publik menurun. Masalah skandal korupsi menjadi sebab utama. Hal ini terutama kasus di Kemenpora dan Kemenakertrans.

“Heboh kasus korupsi di Kemenpora dan Kemenakertrans bertolakbelakang dengan keinginan pemerintah yang mendengungkan ingin memimpin sendiri perang terhadap korupsi. Justri korupsi terjadi di rumahnya sendiri, di kementerian pemerintahannya sendiri,” ucap Alfaraby menjelaslan alasan utama kemunduran kepercayaan publik.

Kedua, kemunduran kepercayaan publik didorong isu-isu negatif di masyarakat seperti maraknya ledakan tabung gas, remisi koruptor, perlindungan TKI dan kebebasan beragama.

“Kasus tabung gas meledak yang sudah membunuh banyak warga dianggap teror bom di rumah warga, menggeser isu terorisme. Juga kasus dipancungnya TKI Ruyati di Arab Saudi dan soal Ahmadiyah,” imbuh Alfaraby.

Ketiga adalah soal hasil kinerja menteri yang dianggap tidak maksimal. Alasan ketiga ini lebih mengarah kerja kementerian yang dianggap tidak maksimal yaitu di Kementerian Pertanian dan Kemenpera.

“Dua kementerian yang bermasalah dengan ini adalah Menteri Pertanian Suswono dalam kasus sembako dan Menpera Suharso Manoarfa soal kasus perumahan,” ujar mereka.

Sementara penyebab keempat dan kelima, lebih merujuk ke alasan pesonal yakni skandal perempuan dan kesehatan. Soal selingkuh -dan sudah dibantah- yakni menerpa Menhub Freddy Numberi, Menteri ESDM Darwin Saleh, dan Menpera Suharso Monarfa.

Sementara untuk kasus kondisi kesehatan menimpa Menkes Endang Rahayu dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar. Sehingga kalau dihitung-hitung, ada 8 kementerian yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat.

“Secara faktual, berita belum tentu benar. Namun selingkuh sang menteri dengan wanita lain dianggap sinyal cacat moral. Publik menilai, istriya saja ditipu apalagi rakyat Indonesia yang tidak punya hubungan emosional,” kata Al Faraby.
(Ari/fay)
http://www.detiknews.com/read/2011/09/18/152910/1724975/10/akibat-8-kementerian-kepercayaan-publik-pada-sby-tinggal-377

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s