Pengurus Nasdem Jateng Kompak Mundur

Koranbogor.com, – Jakarta
Menyusul langkah Sri Sultan Hamengku Buwono X, sejumlah pengurus dan simpatisan ormas Nasional Demokrat (Nasdem) di Jateng, kemarin, ramai-ramai mengundurkan diri dari organisasi tersebut, termasuk yang ikut mengundurkan diri adalah Wagub Jateng Rustriningsih, yang notabene menjabat Ketua Nasdem Jateng. Mereka mundur dengan alasan bahwa Nasdem sudah melenceng dari komitmen awal karena telah melahirkan partai dengan nama dan logo yang persis sama dengan organisasi tersebut.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menyatakan, Partai Golkar telah mengirim surat ke seluruh kader yang berisi imbauan agar mereka keluar dari ormas Nasdem atau keanggotaan mereka di Partai Golkar dicoret.

“Silakan pilih, Golkar atau Nasdem. Bagi yang tidak memilih Golkar, kami akan mengambil tindakan sesuai peraturan organisasi partai. Tindakannya, ya kita pecat. Kita anggap mereka sudah keluar,” ujar Idrus di Jakarta, kemarin.

Rustriningsih bersama sejumlah pengurus lain DPW Ormas Nasdem Jateng menyatakan mengundurkan diri dari organisasi tersebut setelah melangsungkan pertemuan dengan jajaran pengurus dan inisiator DPW Nasdem Jateng plus pengurus-pengurus tingkat daerah.

Menurut Rustriningsih, sekitar 70 persen pengurus, anggota, dan simpatisan ormas Nasdem di Jateng adalah pegawai negeri sipil (PNS).

Justru itu, karena belakangan lahir partai dengan nama dan logo yang mirip dengan ormas Nasdem, mereka khawatir dianggap melanggar undang-undang yang melarang PNS berpolitik. Mereka juga menilai, restu ormas Nasdem terhadap kelahiran Partai Nasdem merupakan cerminan bahwa ormas Nasdem sudah tidak lagi berpijak pada komitmen semula. Nasdem, dalam pandangan mereka, tidak murni lagi sebagai ormas karena menampakkan orientasi politik.

“Saya sendiri kan kader PDIP. Saya juga (sebagai Wagub Jateng) milik masyarakat. Sampai kapan pun tidak ada yang berubah atau mengubah saya,” ujar Rustriningsih. Dia menjelaskan, kepengurusan DPW Ormas Nasdem Jateng selanjutnya diserahkan kepada pengurus pusat.

Kamis lalu (7/7), Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan keluar dari ormas Nasdem karena organisasi tersebut berubah menjadi partai politik. “Sejak awal dibentuk tidak ada kesepakatan ormas Nasdem akan menjadi partai politik. Karena saat ini ada deklarasi Partai Nasdem, maka saya memilih mundur,” katanya.

Menurut Sri Sultan, pengunduran diri juga ditempuh karena dia sulit memberi penjelasan kepada pengurus di daerah soal Partai Nasdem. “Di daerah kan banyak sekali anggota ormas Nasdem ini. Saya sulit untuk menjelaskan kepada mereka bagaimana ormas Nasdem dan Partai Nasdem. Apalagi simbol Partai Nasdem hampir sama dengan ormas Nasdem karena hanya dibalik saja. Tulisannya juga sama,” ujarnya.

Sri Sultan menyebutkan, komitmen awal ormas Nasdem adalah membangun organisasi tersebut hingga menjadi kekuatan politik tanpa menjadi partai politik. “Sebanyak 75 persen pengurus Nasdem itu PNS. Tentu mereka tidak bisa menjadi anggota partai,” ucapnya.

Idrus Marham memuji langkah Sri Sultan mundur dari ormas Nasdem ini. Dia menilai, sikap politik Sultan patut dijadikan teladan semua kader Golkar. “Pak Sultan telah bersikap konsisten. Dia menunjukkan sikap gentle dan cerdas. Sangat sulit mencari pemimpin yang konsisten, gentle, dan cerdas seperti Pak Sultan,” katanya.

Bagi Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, sikap Sri Sultan memutuskan keluar dari ormas Nasdem adalah wajar. Menurut dia, Partai Golkar sendiri sejak awal sudah meminta para kader yang bergabung dengan ormas tersebut agar mengantisipasi kemungkinan Nasdem berubah menjadi partai politik.

Akbar mengatakan, jika ada kader Golkar yang masih duduk di Nasdem yang berubah wujud menjadi parpol, mereka otomatis akan menerima sanksi dikeluarkan dari Golkar,” ujarnya di sela Musyawarah Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Surabaya.

Akbar membantah tudingan bahwa Partai Golkar ikut campur tangan sehingga Sri Sultan keluar dari ormas Nasdem. Menurut dia, keputusan itu kemauan Sri Sultan sendiri. Walau demikian, katanya, tindakan Sri Sultan mundur dari ormas Nasdem sungguh tepat.

Menurut Akbar, Ketua Umum Ormas Nasdem Surya Paloh masih tercatat sebagai kader Golkar. Partai Nasdem sendiri secara hukum belum resmi menjadi partai politik.

Pengenaan sanksi bagi kader yang tidak keluar dari Nasdem baru dilakukan Partai Golkar bila Nasdem benar-benar sudah resmi berubah menjadi partai politik. Para kader itu, tuturnya, kelak diberi pilihan, apakah akan tetap bergabung dengan Golkar atau pindah ke Partai Nasdem. (SK)
http://koranbogor.com/rubrik-khusus/09/07/2011/pengurus-nasdem-jateng-kompak-mundur.html

Nasdem Terguncang, Setelah Sri Sultan, Giliran Wagub Jawa Tengah Yang Siap Mundur Dari Nasdem
Semarang, seruu.com – Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) sepertinya tengah dilanda badai prahara, setelah Sri Sultan Hamengkbuwono X yang secara resmi menyatakan mundur dari ormas tersebut, kali ini giliran Ketua Nasdem Jawa Tengah, Rustriningsih yang juga menyatakan siap mengundurkan diri dari ormas tersebut.

Alasan keluarnya Rutriningsih adalah adanya pembentukan Partai Nasdem yang juga memiliki lambang yang sama dengan ormas Nasdem

Rustriningsih mengatakan tengah mempersiapkan pengunduran diri. Pengunduran dirinya hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

“Masalah mundur adalah masalah kegelisahan yang tidak terjawab, karena menyangkut orang banyak. Kalau mundur secara teknis itu mudah, namun masih ada pertimbangan seperti nasib PNS  yang beresiko dengan pekerjaan jika menyangkut partai,” papar Rustriningsih yang juga sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah seusai pelantikan PMI Jateng di Gedung Grahadika, Kantor Gubernuran, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (7/7).

“Saya dulu bergabung dan bersedia menjadi ketua ormas ini karena tidak ada wacana akan menjadi partai politik. Sekarang yang saya takutkan, dengan nama dan lambang yang nyaris sama ini, akan terjadi kesalahpahaman di dalam masyarakat,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan ormas dan partai politik itu berbeda dan pihaknya telah melakukan sosiasisasi kepada masyarakat mengenai dua hal yang berbeda ini. Menurutnya, di wadah ormas, semua dapat terakomodasi, anggota mulai dari yang berlatar belakang partai politik, PNS, dan independen.

Untuk menyikapi hal tersebut, rencananya dalam waktu dekat ormas Nasdem akan berkumpul untuk menyamakan persepsi pada perkembangan situasi terakhir. Karena beberapa pengurus wilayah dan inisiator daerah sudah mulai resah. [nr]
http://www.seruu.com/index.php/2011070756864/utama/nasional/nasdem-terguncang-setelah-sri-sultan-giliran-wagub-jawa-tengah-yang-siap-mundur-dari-nasdem-56864/menu-id-691.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s