Pengidap Hepatitis di Indonesia, Terbesar Ketiga Dunia

JAKARTA–MICOM: Indonesia menempati peringkat ketiga dunia untuk penderita hepatitis terbanyak setelah India dan China dengan jumlah penderita diperkirakan sebanyak 30 juta orang yang mengidap penyakit hepatitis B dan C.

“Dan setengahnya diduga memiliki penyakit liver kronis, dengan 10 persen di antaranya menjadi kanker liver,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Adhitama dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin (25/7).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari dua miliar penduduk dunia terinfeksi hepatitis B dengan angka kematian 250 ribu orang per tahun dan 170 juta penduduk dunia mengidap hepatitis C dengan tingkat kematian 350 ribu orang per tahun.

Indonesia, disebut Tjandra, merupakan negara dengan prevalensi hepatitis B dengan tingkat endemisitas tinggi, yaitu lebih dari 8 persen dimana 1,5 juta orang Indonesia berpotensi mengidap kanker hati (liver cancer).

Hepatitis baru menjadi perhatian internasional secara serius sejak tahun 2010 yang menetapkan Hari Hepatitis Dunia tiap tanggal 28 Juli yang berarti masih lambatnya kemajuan dalam hal pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut, khsusnya di negara berkembang.

“Kita memerlukan upaya global untuk pencegahan dan pengobatan hepatitis yang komprehensif,” ujar Tjandra.

Indonesia, disebut Tjandra, telah mulai memantau penyakit hepatitis sejak lama melalui upaya pengendalian penyakit mulai dari upaya promotif, preventif, dan kuratif.

Salah satu bentuk pengendalian itu adalah dengan memberikan imunisasi hepatitis untuk bayi sejak tahun 1997 dan adanya penyaringan darah donor oleh Palang Merah Indonesia bagi penderita hepatitis B dan C.

Namun hambatan muncul dengan masih cukup tingginya harga obat hepatitis di pasaran. “Kita memang belum dapat memberikan (obat) secara cuma-cuma, tapi saat ini kita tengah mengupayakan agar produsen obat mau menurunkan harganya,” kata Tjandra.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Unggul Budihusodo menyatakan, cara yang paling ampuh untuk menghindari penyakit hepatitis adalah dengan memberikan imunisasi hepatitis sejak dini.  “Jika tidak mendapatkan imunisasi, seorang bayi 98 persen sudah bisa dipastikan dapat tertular hepatitis,” katanya. (Ant/OL-2)
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/07/07/245070/293/14/Pengidap_Hepatitis_di_Indonesia_Terbesar_Ketiga_Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s