Turkmenistan 1 – 1 Indonesia

Liputan6.com, Ashgabat: Timnas Indonesia membawa pulang hasil seri 1-1 (1-1) dari lawatan ke Turkmenistan pada leg pertama babak kualifikasi Piala Dunia 2104 putaran kedua Zona Asia di Olympic Stadium, Ashgabat, Sabtu (23/7). Hasil positif mengingat lima hari ke depan Tim Garuda menjadi tuan rumah di Jakarta.

Pantas jika Timnas mengeluhkan kondisi lapangan di Ashgabat. Buruknya permukaan lapangan nyaris menjadi pemicu petaka bagi gawang Timnas yang dikawal Ferry Rotinsulu. Bola tembakan bebas Vyacheslav Krendelev yang memantul permukaan lapangan berubah arah dan beruntung masih bisa diantisipasi Ferry.

Namun pada percobaan kedua Krendelev berhasil menjebol gawang Indonesia. Kembali dari tendangan bebas yang dilepaskan gelandang bernomor punggung 6 ini mengecoh Ferry karena adanya pergerakan dari salah seorang pemain Turkmenistan yang dikawal Muhamad Roby. Tim asuhan pelatih Wim Rijsbergen tertinggal 0-1 pada menit ke-12.

Perlahan Tim Garuda bisa mengembangkan permainan meski tidak maksimal yang besar disebabkan kondisi lapangan yang buruk. Satu peluang dari Indonesia lewat tendangan kaki kiri Firman Utina hanya mengenai jala sisi samping gawang di menit ke-23.

Serangan Timnas akhirnya berbuah hasil. Berawal dari serbuan Muhammad Ridwan ketika tembakannya ditepis kiper Turkmenistan Maksatmyrat Shamuradov menimbulkan kemelut. Ilham yang mendapat bola liar dengan jitu menjebol gawang tuan rumah melalui tembakan dari jarak dekat. Skor imbang 1-1. Kedudukan ini bertahan hingga turun minum.

Turkmenistan meningkatkan tekanan di awal babak kedua. Namun tim berjuluk Green Men ini juga mengalami kesulitan menaklukkan kondisi buruk lapangan. Pasukan Timnas juga sudah mampu membaca serangan relatif lebih baik. Bahkan pada menit ke-57 ancaman serius dilahirkan Boaz Solossa ketika tembakan first time-nya pada menit ke-57 menyulitkan Shamuradov.

Keuntungan bagi Indonesia setelah Turkmenistan bermain dengan 10 orang mulai menit ke-77. Emosi Artur Gevorkyan yang terpancing membuatnya menyikut salah seorang pemain Timnas. Langsung wasit Mohsen Torky asal Iran mengeluarkan kartu merah dari sakunya. Cristian Gonzales dan kawan-kawan mampu menjaga emosi dan irama permainan untuk memaksa Turkmenistan bermain imbang 1-1 hingga peluit akhir berbunyi.

Hasil ini cukup menguntungkan sebagai pembuka jalan menuju putaran ketiga. Kamis (28/7), Timnas ganti bertindak selaku tuan rumah yangmenurut rencana dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Hasil 0-0 saja sudah cukup bagi Indonesia melangkah lebih jauh berkat keuntungan gol tandang.

Susunan pemain:
Turkmenistan:
Shamuradov; Gochkuliev, Belyh, Krendelev (Abylov 73), Gevorkyan, Karadanov, Hojaahmedov, Choliyev (Mingazov 58), Amanov (Chonkaev 69), Hamrayev, Sarkisov.
Indonesia:
Ferry Rotinsulu; Muhammad Nasuha (Supardi 86), Zulkifli Syukur (Oktovianus Maniani 90), Ricardo Salampessy, M Ridwan, Boaz Solossa, Cristian Gonzales, Firman Utina (Eka Ramdani 90), Muhamad Roby, Muhammad Ilham, Ahmad Bustomi.

Wasit: Mohsen Torky (Iran).
http://m.liputan6.com/m/read/7/67/345483/bola/worldcup/tim-garuda-tahan-imbang-turkmenistan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s