Suap Kemenpora Versi Nazaruddin

Nazaruddin

VIVAnews – Untuk kesekian kalinya, Muhammad Nazaruddin, bernyanyi mengenai kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kali ini, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu membeberkan kronologi aliran dana dalam kasus tersebut.

Dalam pesan BlackBerry Messenger yang dikirim Nazaruddin, dia bercerita bahwa kasus Kemenpora ini berawal pada Januari 2010. Saat itu Menpora Andi Mallarangeng mengajukan permohonan penambahan anggaran untuk sarana dan prasarana SEA Games.

“Pada Januari 2010, ada pertemuan di kantor lantai 10. Andi, Angelina, Mahyudin, dan saya. Dalam pertemuan itu, Andi mengajukan permohonan anggaran Rp2,3 triliun untuk membantu anggaran sarana dan prasarana SEA Games,” tutur Nazaruddin.

Berikut pernyataan lengkap Nazaruddin dalan pesan BlackBerry-nya:

Untuk percepatan fasilitas Andi memanggil Wafid dalam pertemuan itu, supaya bantu Angelina dan kawan-kawan. Itu perintah Andi ke Wafid. Setelah itu ada pertemuan kedua antara awal Februari 2010. Wafid, Angelina, Mirwan Amir, Anas (waktu itu jabatan Anas masih ketua Fraksi DPR), M pengusaha teman Anas, dan saya.

Bicarakan teknis, soal proyek Ambalang Rp1,2 triliun, proyek Rp75 miliar alat bantu olaraga, Rp200 miliar untuk pembangunan wisma atlet di Palembang, dan Rp180 miliar pembangunan sarana prasarana atlet di Jawa Barat.

Angelina paling tahu teknisnya untuk bawa pengusaha ketemu secara teknis dengan Wafid dan pengusaha. Kalau kita mau bawa pengusaha kita hanya kenalkan sama Angelina setelah itu Angelina yang atur ke dalam dan urusan teknis Angelina yang urus dan Mirwan Amir kalau di DPR, Demokrat.

Setelah disepakati ada pertemuan ketiga yang dilakukan sekitar minggu ketiga Februari 2010 di Arcadia di restoran Jepang. Yang hadir Angelina, Mirwan Amir, saya, Mahyudin, Andi M, Wafid, dan satu deputi yang baru dilantik Andi M beliau bekas dari salah satu dir di istana namanya saya lupa.

Dalam pertemuan itu disepakati usulan Menpora semua tentang kekurangan anggaran untuk sarana prasarana penyelenggaraan SEA Games. Untuk dianggarkan APBN-P 2010 dan APBN 2011. Kita sepakati urusan teknis. Nanti yang menjalankan antara Wafid dan Angelina dan Mirwan Amir, yang mana soal anggaran akan diatur oleh Mirwan Amir dari pimpinan banggar besar dan soal pengusaha akan diatur oleh Angelina.

Begitu ceritanya. Di tengah jalan saya ditinggal sama mereka. Jadi secara teknis saya tidak mengikuti, kalau soal wisma atlet Palembang udah dialokasikan Rp9 miliar. Dan untuk proyek Ambalan sekitar Rp50 miliar. Ini semua fakta benar.

Kalau soal wisma atlet yang nilai proyek Rp200 miliar sudah dialokasikan Rp16 miliar. Rp9 miliar untuk DPR lewat Paul, dan Rp7 miliar dialokasikan untuk tim kongres pemenangan Anas.

Untuk pro Ambalan, Rp1,2 triliun dana yang sudah dialokasikan Rp100 miliar. Dengan rincian: ke DPR lebih kurang Rp30 miliar lewat pengusaha teman Anas namanya M. Rp50 Miliar untuk pemenangan Anas waktu kongres dan ke tim konsultan Anas, Ifang konsultan, Rp20 miliar.

Bantahan Kubu Anas
Pernyataan Nazaruddin itu dibantah keras oleh kubu Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Pengacaranya, Patra M Zen, menegaskan, tudingan Nazaruddin itu tidak ada datanya sama sekali.

“Pak Anas bilang semua yang dibilang Nazaruddin itu fitnah. Tidak ada yang benar,” kata Patra saat dihubungi VIVAnews.com, Rabu 6 Juli 2011.

Menurut Patra, semua tudingan Nazaruddin itu sudah dilaporkan ke polisi kemarin. Dalam laporannya, Anas melaporkan Nazaruddin karena telah mencemarkan nama baiknya melalui BlackBerry Messenger yang disebar melalui wartawan.

Dalam kasus ini, menurut Patra, Anas menunjuk empat pengacara yang juga politisi Demokrat. Keempatnya yakni Denny Kailimang yang juga Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum, Sekretaris Komunikasi Publik Hinca Panjaitan, dan Poltak Ike Wibowo.

Patra pun menantang Nazaruddin untuk membeberkan semua datanya ke KPK. Dan menantang Nazaruddin untuk menjalankan proses hukum yang telah berjalan. “Daripada kirim BBM, lebih baik sampaikan saja ke KPK dan jalankan seluruh proses hukumnya,” ujar Patra yang juga adalah Ketua Biro Investigasi dan Analisis DPP Partai Demokrat.

Nazaruddin telah menjadi tersangka dalam kasus suap proyek wisma atlet SEA Games. Selain itu, dia juga diduga terlibat dalam kasus korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional. (umi)
http://us.wap.vivanews.com/news/read/231440-nazaruddin-bernyanyi-soal-korupsi-kemenpora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s