Road to Final : Belanda

Oranye Jinakan Dinamit
JOHANNESBURG – Belanda memulai perjalanan di Piala Dunia dengan baik, setelah menjinakkan Tim Dinamit Denmark 2-0, pada laga penyisihan Grup E, di Soccer City Stadium, Senin (14/6/2010).

Sebelum laga, Denmark diprediksi bakal menyulitkan Belanda sedikit terbukti di awal laga. Tim besutan Bert van Marwijk ini kesulitan menembus rapatnya pertahanan Denmark. Pergerakan Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Robin van Persie serta Dirk Kuyt bisa direda, barisan belakang Denmark.

Beberapa catatan peluang didapat oleh kedua tim. Sundulan van der Vaart memaksimalkan umpan van Persie di menit 20 masih membentur pemain belakang Denmark.

Tujuh menit berselang giliran Denmark mengancam gawang Maarten Stekelenburg. Umpan Daniel Agger dilanjutkan Dennis Rommedahl dengan tendangan lambung kepada Nicklas Bendtner, sayang sundulannya terlalu lemah.

Robin van Persie menutup peluang di babak pertama. Mendapat umpan daerah, striker Arsenal ini sebenarnya sudah punya ruang tembak. Hanya saja, Persie terlalu lama mengolah bola dan terlanjur ditutup defender Denmark. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.

Belanda langsung menggebrak di babak kedua. Sebuah umpan silang van Persie, disundul Simon Poulsen, hanya saja bola malah membentur Daniel Agger dan meluncur masuk ke gawang sendiri.

Kiper Thomas Sorensen melakukan penyelamatan untuk mementahkan peluang dari van Persie di menit 52. Masuknya Eljero Elia menggantikan van der Vaart di menit 67 cukup membuat serangan Belanda menjadi lebih hidup. Beberapa kali gerakan Elia membuat barisan belakang Denmark kelimpungan.

Hingga akhirnya satu dua sentuhan dari Sneijder dengan Elia, masih membentur gawang. Beruntung ada Kuyt yang datang menyongsong bola untuk menggenapkan keunggulan menjadi 2-0.

Dengan hasil ini, Belanda mempunyai koleksi tiga poin. Sementara Denmark yang menelan kekalahan, belum punya angka.

Susunan Formasi:
Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen, 5-Giovanni van Bronckhorst, 7-Dirk Kuyt, 6-Mark van Bommel, 10-Wesley Sneijder, 8-Nigel de Jong, 23-Rafael van der Vaart, 9-Robin van Persie.

Denmark: 1-Thomas Sorensen; 4-Daniel Agger, 3-Simon Kjaer, 6-Lars Jacobsen, 15-Simon Poulsen, 10-Martin Jorgensen, 2-Christian Poulsen, 20-Thomas Enevoldsen, 12-Thomas Kahlenberg, 19-Dennis Rommedahl, 11-Nicklas Bendtner.
(zwr)
http://m.okezone.com/read/2010/06/14/350/342903/oranye-jinakan-dinamit/large

Kesabaran, Kunci Kemenangan Belanda
DURBAN – Belanda harus menunggu hingga menit ke-53 untuk mencetak gol tunggal ke gawang Jepang melalui Wesley Sneijder. Gelandang Der Oranje, Mark van Bommel menilai, kemenangan 1-0 timnya pada laga kedua penyisihan Grup E, di Durban Stadium, Sabtu (19/6/2010), merupakan pertandingan yang membutuhkan kesabaran ekstra tinggi.

Ya, dalam pertandingan tersebut, skuad besutan pelatih Bert van Marwijk memang sempat kewalahan membongkar rapatnya barisan pertahanan pasukan Samurai Biru Jepang. Melalui perjuangan gigih, kesabaran Belanda akhinya membuahkan hasil di menit ke-53 setelah sepakan keras Wesley Sneijder dari luar kotak penalti tak mampu dibendung kiper Jepang, meski bola sempat menyentuh tangannya.

Kemenangan Belanda di laga kedua ini, membuat mereka mengantongi enam poin dan mengamankan puncak klasemen di grup E. Tim Oranje pun tinggal menyisakan satu laga melawan kamerun 24 Juni mendatang.

“Itu tepat sekali jika kamu menonton pertandingan. Tentunya kami ingin meraih kemenangan. Jepang bermain bertahan, kami berharap mereka lebih agresif dan menyerang. Ini pertandingan yang butuh kesabaran,” ujar van Bommel kepada ARD, Sabtu (19/6/2010).

“Tentunya kami beruntung bisa mencetak gol meski di akhir kami dapat memenangkannya dengan skor 2-0. Namun, saya akui Jepang juga mempunyai kesempatan yang sama,” tambahnya. (acf)
http://m.okezone.com/read/2010/06/20/350/344644

Van Persie Fantastis
CAPE TOWN – Sempat dibekap cedera panjang, tak menghalangi langkah Robin van Persie menyambut predikat man of the match, saat mengantarkan kemenangan 2-1 Belanda atas Kamerun, Kamis (25/6/2010) dini hari WIB.

Melakoni partai ‘hiburan’, bukan alasan para punggawa Oranje tampil seadanya. Tim besutan Dirk van Marwijk tampak melancarkan serangan sejak kickoff babak pertama dilakukan.

Van Persie membuka perlawanan dengan memanfaatkan umpan Giovanni van Bronckhost di menit 18. Namun, sepakan striker milik Arsenal tepat ke arah penjaga gawang Kamerun, Hamidou Souleymanou.

Upaya Van Persie mendobrak pertahanan ‘Singa Afrika’ baru membuahkan hasil tepat di menit 35. Kali ini, striker bernomor punggung 9 melakukan kerjasama apik dengan Rafael van der Vaart, sebelum melesakkan bola yang melintasi kedua kaki Souleymanou menuju gawang.

Gol pembuka Van Persie sontak membakar semangat tim untuk meraih hasil sempurna di laga penyisihan terakhir Grup E ini. Meski kemenangan atau kekalahan tak berpengaruh, Oranje tetap menjaga tempo permainan, seraya menghormati Kamerun yang tidak lagi memiliki kesempatan lolos ke babak 16 besar. (far)
http://m.okezone.com/read/2010/06/25/351/346447/large/large

Skenario Oranje Mulus
DURBAN – Laga perdelapan final antara Belanda dan Slovakia berjalan sesuai skenario. Oranje akhirnya mengamankan satu tiket ke babak 8 Besar sekaligus menghentikan kejutan yang dibuat Slovakia.

Di atas kertas, Oranje lebih diunggulkan. Selain dihuni para pemain bintang, Belanda lebih matang. Sementara Slovakia, debutan di Piala Dunia masih minim pengalaman. Slovakia pun harus takluk 1-2, Senin (28/6/2010) di Durban Stadium.

Arjen Robben yang bermain sebagai starter untuk pertama kali tampil brilian. Dia menjadi motor serangan Oranje, bersama Wesley Sneijder. Robben pun membuka keran golnya di menit 18. Satu gol lainnya disumbangkan Sneijder di babak kedua. Sementara Slovakia hanya mampu memperkecil kedudukan melalui tendangan penalti Robert Vittek di masa injury time.

Belanda langsung mengambil inisiatif serangan sejak wasit meniup peluit kick off. Hasilnya, baru berjalan lima menit tim besutan Bert van Marwijk sudah mengancam gawang Slovakia yang dijaga Jan Mucha.

Berawal dari aksi Robben yang mengirim umpan ke area penalti. Sayang, tendangan Wesley Sneijder masih melebar di tiang gawang.

Aksi Robin van Persie melewati pemain belakang lawan membuat Sneijder kembali mendapat peluang emas. Namun, tendangannya masih bisa diselamatkan Mucha.

Slovakia sendiri bukan tanpa perlawanan. Tim yang memulangkan Italia di babak penyisihan grup, beberapa kali membahayakan gawang Maarten Stekelenburg. Adalah Marek Hamsik, Robert Vittek dan Martin Skrtel yang beberapa kali meneror gawang Stekelenburg.

Oranje memecah kebuntuan di menit 18. Aksi individu Robben melewati bek lawan sukses menjebol gawan Mucha setelah menerima crossing Sneijder. Kedudukan 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua Oranje tak mengendurkan serangan. Namun, rapatnya barisan belakang Slovakia membuat penyelesaian akhir tak berjalan mulus. Belanda baru bisa memperbesar keunggulan enam menit jelang laga usai.

Umpan silang Dirk Kuyt ke area penalti berhasil dimanfaatkan Sneijder. Punggawa Inter Milan dengan leluasa merobek gawang Mucha. Unggul dua gol membuat Oranje terlihat lebih santai.

Akibatnya, serangan balik Slovakia terpaksa harus dihentikan Stekelenburg dengan cara kurang elegan. Kiper Ajax Amsterdam menjatuhkan Martin Jakubko yang berpeluang mencetak gol. Wasit pun menunjuk titik putih. Vittek yang menjadi eksekutor sukses memperkecil kedudukan.

Sayang, wasit langsung meniup peluit akhir. Belanda akhirnya berhak melenggang ke perempatfinal dan akan menghadapi lawan antara Brasil atau Chili yang akan bertanding dini hari nanti.

Susunan Pemain
Belanda: 1-Stekelenburg; 2-Van der Wiel, 3-Heitinga, 4-Mathijsen, 5-Van Bronckhorst; 8-De Jong, 6-Van Bommel, 10-Sneijder (Afellay 90′), 11-Robben (Elia 71′); 7-Kuyt, 9-Van Persie (Huntelaar 80′)

Slovakia: 1-Mucha; 2-Pekarik, 3-Skrtel, 16-Durica, 5-Zabavnik (Sapara 88′); 7-Weiss, 17-Hamsik (Jakubko 88′), 19-Kucka, 15-Stoch; 11-Vittek, 18-Jendrisek (Kopunek 71′)
(wei)
http://m.okezone.com/read/2010/06/28/350/347561/large/large

De Oranje Stop Tarian Samba
PORT ELIZABETH – Juara lima kali, Brasil, harus pulang dengan gontai dari Piala Dunia 2010. Skuad Belanda asuhan Bert van Marwijk sukses ‘mengusir’ tim terbaik dunia dari Afrika Selatan sekaligus merebut tiket semifinal di stadion Nelson Mandela Bay, Jumat (2/7/2010).

Belanda dan Brasil harus saling bunuh di babak perempat final Piala Dunia 2010 demi mewujudkan asa mengangkat trofi juara, 11 Juli mendatang. Menyandang lima gelar juara, armada Selecao menjadi favorit untuk melaju ke putaran selanjutnya. Kendati demikian, Tim Oranye jelas tidak bisa diremehkan begitu saja.

Van Marwijk menurunkan pemain-pemain terbaiknya dalam starting XI demi menghadang anak-anak asuh Carlos Dunga. Tentunya, termasuk Wesley Sneijder yang menjadi motor serangan De Oranje, serta Arjen Robben yang tampil impresif pada dua pertandingan terakhir.

Meski demikian, Brasil yang tampil penuh percaya diri memegang kendali di babak pertama. Bahkan, Selecao langsung menggebrak barisan pertahanan Belanda ketika tendangan Robinho di menit ketujuh tak mampu dihalau Marteen Stekelenburg. Namun, gol tersebut langsung dianulir karena Robinho berada dalam posisi offside.

Akan tetapi, kelegaan Tim Oranye tidak bertahan lama. Hanya tiga menit setelah golnya dianulir, Robinho menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membawa Brasil unggul 1-0.

Lini belakang Belanda yang terbuka lebar dikejutkan dengan umpan cantik Felipe Melo kepada Robinho yang merangsek ke depan gawang Stekelenburg. Tanpa buang-buang waktu, bomber Santos membuat para suporter Brasil bersorak ketika bola tendangannya menjebol gawang.

Giovanni van Bronckhorst cs bereaksi cepat untuk mengejar ketinggalan. Sayang, tendangan terukur Dirk Kuyt masih bisa dihalau kiper utama Selecao, Julio Cesar.

Percaya diri dengan keunggulan tersebut, armada Brasil terus berupaya menambah skor. Di menit 25, umpan silang Dani Alves nyaris dikonversikan menjadi gol oleh Juan. Namun, tendangannya masih melambung di atas gawang.

Memasuki menit 31, giliran Kaka yang mengancam Stekelenburg setelah meneruskan kombinasi umpan Robinho dan Luis Fabiano. Beruntung bagi De Oranje, Stekelenburg menjalankan tugasnya dengan baik dan menepis bola.

Hingga masa injury time, Brasil tidak juga mengendurkan serangan. Bek tangguh Maicon mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan dari sektor kanan. Sayang, upayanya belum berhasil memaksa Stekelenburg kembali memungut bola.

Dominasi Selecao masih terasa di awal babak kedua. Para penyerang Oranje seolah kehabisan akal menembus pertahanan ketat Brasil. Sneijder mendapat peluang emas menyamakan kedudukan di menit 51 ketika bola terjatuh di kakinya. Sayang, tendangan playmaker Inter Milan terlalu melebar.

Namun, seperti halnya Robinho di babak pertama, Sneijder segera membayar kegagalannya, dua menit berselang. Bermaksud melepaskan umpan silang ke area penalti, tendangan Sneijder justru bersarang di gawang Cesar, setelah sebelumnya mengenai Felipe Melo.

Gol tersebut langsung memacu semangat armada van Marwijk untuk terus menekan Brasil. De Oranje berupaya mematahkan statistik dengan menjadi tim pertama yang sukses membalikkan ketertinggalan sepanjang Piala Dunia 2010.

Kaka kembali membuktikan gelar Pemain Terbaik Piala Konfederasi 2009 ketika tendangan kerasnya nyaris membawa Brasil unggul di menit 65. Namun, mantan bintang AC Milan kembali harus menelan kecewa setelah bola melebar di sisi gawang Stekelenburg.

Bencana bagi Selecao, tiga menit kemudian, Sneijder justru membawa Belanda unggul setelah menyambut bola rebound dari Dirk Kuyt dengan sundulan kepalanya. Cesar sama sekali tidak memiliki kesempatan menepis bola dan dipaksa memungut bola untuk kedua kalinya.

Situasi bertambah buruk bagi Brasil ketika Melo diusir wasit akibat pelanggaran kerasnya terhadap Robben. Berusaha merebut bola dari winger Bayern Munich, Melo terlihat menginjak Robben yang sudah terjatuh di tanah.

Belanda berbalik memegang kendali pertandingan, meski Brasil enggan menyerah begitu saja. Kaka mencoba peruntungannya sekali lagi dengan mengelabui penjagaan Johnny Heitinga dan merangsek ke area penalti. Namun, Andre Ooijer yang menggantikan Joris Mathijsen berhasil mengamankan bola dan menggagalkan peluang Kaka melalui tekel.

Dua menit menjelang akhir laga, Kuyt mendapat peluang emas menambah skor kemenangan Belanda dengan membawa bola ke depan gawang Cesar. Upaya penyerang Liverpool akhirnya digagalkan oleh Juan.

Namun, tidak masalah bagi Belanda. Tiupan peluit panjang wasit di menit 90′ + 3’ memastikan Sneijder dkk melaju ke babak semifinal untuk menghadapi pemenang laga Uruguay kontra Ghana, dini hari nanti.

Kegagalan Selecao kali ini seolah déjà vu kenangan Piala Dunia 2006 di Jerman ketika mereka juga tersingkir di babak perempat final oleh Prancis.
(van)
http://m.okezone.com/read/2010/07/02/350/349104/de-oranje-stop-tarian-samba/large

Sejarah Besar Menanti De Oranje
CAPE TOWN – Penantian Belanda selama 32 tahun untuk mencapai final akhirnya diakhiri generasi Arjen Robben dkk dengan menyingkirkan Uruguay 3-2 di babak semifinal yang digelar di Stadion Green Point, Cape Town, Rabu (7/7/2010) dini hari WIB.

De Oranje, julukan Belanda selama ini dikenal sebagai tim besar tanpa gelar juara.Tangga final pernah dikecap Negeri Kincir Angin ini pada 1974 dan 1978, namun berakhir sebagai runner-up.

Setelah itu, Dewi Fortuna seolah semakin menjauh. Bahkan pada 1986 dan 2002 Belanda tidak mampu lolos ke Piala Dunia. Belanda memang sempat mencapai semifinal pada 1998, namun dikandaskan Brasil. Kegagalan Belanda di semifinal Piala Dunia yang digelar di Prancis itu tak berulang di Afrika Selatan.

Belanda membuka peluang melalui Dirt Kuyt yang mendapat umpan dari Wesley Sneijder, tapi tembakannya masih belum menemui sasaran.

Belanda yang turun dengan formasi 4-2-3-1 menguasai bola di menit-menit awal, sementara Uruguay sesekali melakukan serangan balik dengan menggantung Diego Forlan dan Edison Cavani di lini pertahanan Belanda.

Meski pertahanan Uruguay tidak terlalu ketat mengawal pergerakan Sneijder dan Robben, De Oranje tidak banyak mendapatkan peluang berarti yang mengancam gawang La Celeste yang dikawal Nestor Muslera.

Kebuntuan Belanda terpecahkan, melalui aksi individu Geovani Van Bronckhorst di luar kotak penalti di menit 17. Mantan pemain Barcelona itu secara mengejutkan menendang Jabulani ke arah gawang, bola meluncur deras ke sisi kiri mistar, tanpa bisa dibendung Muslera. Belanda unggul 1-0.

Tertinggal lebih dulu Uruguay tidak serta-merta gelap mata melancarkan serangan dan menumpuk pemain di pertahanan Belanda. Namun kesebaran ini berbuah manis. Diego Forlan membalas gol Van Bronchorst dengan cara yang sama, melakukan tendangan dari luar kotak penalti yang memaksa Maarten Stekelenburg memungut bola dari jalanya di menit 41.

Gol Forlan membuat moril pemain Uruguay semakin terlecut dan semakin berani melakukan tekanan, sementara organisasi serangan Belanda sedikit limbung.Namun, hingga peluit babak pertama dibunyikan skor 1-1 tidak berubah.

Di babak kedua, Paraguay mendapatkan peluang emas, ketika Stekelenburg terpaksa keluar dari sarangnya menghalau bola yang dibuntuti Alvaro Pereira, bola muntah ditendang ke arah gawang yang sudah ditinggalkan Stekelenburg, beruntung masih ada pemain Belanda yang menghalau bola.

Belanda kembali unggul dengan gol yang dicetak Sneijder dari luar kotak penalti di menit 70. Kemudian tiga menit berselang, giliran Robben yang memperlebar keunggulan menjadi 3-1, dengan sundulan, memanfaatkan umpan yang dikirim Dirt Kuyt. Uruguay sempat memperkecil ketinggalan menjadi 3-2 saat injury time melalui kaki Maxi Pereira. Namun usaha Uruguay menyamakan kedudukan berantakan setelah wasit Ravshan Irmatov meniup peluit akhir.

Sukes Belanda memupus harapan Uruguay untuk kembali mengulang prestasi mereka sebagai juara dunia seperti yang pernah terjadi pada 1930 dan 1950. Dengan hasil ini, Diego Forlan dkk hanya mempunyai kesempatan mengukir sejarah sebagai juara ketiga dengan mengalahkan tim yang tersisih dari pertandingan semifinal lain antara Jerman vs Spanyol. Pada 1954 dan 1970, Uruguay hanya menempati urutan ke empat.

Sementara, jika Belanda kembali sukses membukukan kemenangan di partai final, berarti capaian itu merupakan sejarah besar bagi De Oranje, karena untuk pertama kalinya meraih gelar juara.

Uruguay: F. Muslera, M. Pereira,D. Godín, M. Victorino, M. Cáceres,W. Gargano, E. Arévalo, D. Pérez, Á. Pereira,E. Cavani, D. Forlán

Belanda: Stekelenburg, K. Boulahrouz, J. Heitinga, J. Mathijsen, G. van Bronckhorst, M. van Bommel, D. de Zeeuw, A. Robben, W. Sneijder, D. Kuyt, R. van Persie.
(fit)
http://m.okezone.com/read/2010/07/07/350/350255/large/large

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s