Berkemih 8 Kali Sehari adalah Gejala OAB

BERKEMIH memang normal. Itu proses yang alamiah. Tapi apa jadinya jika berkemih terus-terusan? Apalagi sampai delapan kali sehari. Jika sudah demikian, Anda menderita overactive blandder (OAB). Kelaian ini akan menurunkan kepercayaan diri, kesehatan, dan kualitas.

Menurut dr Hengkinarso SpU, Spesialis Urologi dari RS Pasar Rebo, Jakarta, OAB merupakan kelainan pada saluran kemih bagian bawah. Penyebabnya adalah kontraksi yang berlebihan pada otot kandung kemih, yang menyebabkan sensasi untuk buang air kecil lebih sering daripada biasanya. Normalnya, pengosongan kandung kemih terjadi empat sampai enam kali sehari. Jumlah urin yang dihasilkan sekitar 1,5-2 liter per hari.

“OAB akan menimbulkan permasalahan baru, yaitu rasa tidak nyaman, sulit tidur hingga masalah seksual, mempengaruhi aktivitas dan menimbulkan depresi sehingga megurangi kualitas hidup perempuan,” terang dr Hengkinarso.

Mengapa terjadi overactive bladder? Perempuan dengan inkontinensia stres akan mudah mengompol akibat kurang kuatnya otot dasar ini membuat urine menetes keluar seperti pada saat bersin, terpingkal, atau melompat. OAB merupakan suatu sindrom yang ditandai urgensi dengan atau tanpa inkotinensia, dan biasanya disertai frekuensi dan nokturia. Urgensi adalah keinginan tiba-tiba untuk berkemih tanpa bisa atau sulit ditahan. Perempuan dengan gangguan seperti ini sering memiliki keinginan kuat dan tiba-tiba untuk berkemih. Gejala ini terkadang disertai dengan inkontinensia atau mengompol, baik sedikit maupun banyak.

Normalnya, seseorang berkemih sebanyak satu kali per 3-4 jam. Tetapi pada OAB, frekuensi berkemih bisa lebih dari delapan kali per 24 jam. Jika kandung kemih normal mampu menampung hingga 400-600 cc, maka berkemih normalnya sekitar 4-6 kali sehari. Jumlah urin yang dihasilkan adalah 1,5-2 liter per hari.

Sedangkan nokturia adalah keluhan di mana orang terbangun untuk berkemih di malam hari. Orang normal biasanya berkemih sekali pada malam hari. Disebut OAB jika sudah berkali-kali. Apalagi disertai dengan mengompol yang sering tanpa disadari. “OAB yang menghinggapi setidaknya 45 persen perempuan di Asia juga ditandai dengan gejala kencing berkali-kali tak kurang dari delapan kali sehari,” lanjutnya.

Diagnosis OAB baru ditegakkan apabila sudah jelas bahwa tidak ditemukan infeksi atau tanda patologis lain. Penelusurannya dapat dimulai dengan anamnesis. Pada anamnesis, yang ditanyakan adalah semua keluhan pasien, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan jumlah cairan yang diminum.

Pada pemeriksaan fisik, dilakukan pemerikasaan tanda vital, palpasi abdomen (kandung kemih), dan pemeriksaan neurologis, pemeriksaan panggul dan rektal pada wanita, serta rektal pada pria. Selanjutnya akan dilihat apakah ada urin yang keluar ketika pasien diminta batuk. Apabila ada gangguan obstruksi saluran kemih bawah, pasien diminta berkemih, lalu diukur residu urin dalam kandung kemih dengan bantuan USG. Normalnya, residu urin kurang dari 50 cc. Dan terakhir, urinalisis untuk menyingkirkan infeksi atau tanda patologis lain, seperti hematuria, pyuria, bakteriuria, glukosuria, dan proteriuria.

Terapi OAB meliputi tiga aspek, yaitu terapi perilaku (behavioral), medikamentosa, dan pembedahan atau modulasi. Dalam terapi perilaku, pasien dihindarkan dari makanan yang dapat bersifat diuretik, diajarkan bladder training, latihan otot dasar panggul, dan menyusun jadwal berkemih.

Obat yang diberikan harus dapat mengurangi keluhan OAB yaitu urgensi, frekuensi, dan nokturia (aspek efikasi), tidak menimbulkan efek samping (aspek tolerabilitas) dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

(Genie/Genie) (tty)
http://m.okezone.com/read/2008/08/08/27/135031/berkemih-8-kali-sehari-adalah-gejala-oab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s