In Harmony Immunity Clinic (IHIC) Vaksin Bintaro. “Protect your Future Health”
Menyediakan vaksin yang berkualitas untuk anak dan dewasa.

Graha Raya Bintaro, Cluster 24, No.35, Tangerang Selatan
email : vaksinbintaro@gmail.com
blog : https://ihicvaksinbintaro.wordpress.com
fb : vaksinbintaro
twitter : @vaksinbintaro @vaksin_bintaro

Personal Booking : +62-812-8686-5969
Group & Corporate Booking : +62-812-8624-8648

InHarmonyVaksinBintaro - FINAL LOGO _NEW


LATAR BELAKANG

Fokus kebijakan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk periode 2015 – 2019 adalah penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Prioritas ini didasari oleh permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer. Penguatan yankes primer mencakup tiga hal: Fisik (pembenahan infrastruktur), Sarana (pembenahan fasilitas), dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan selain dokter).

Program Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diutamakan oleh Pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Penguatan yankes primer adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan upaya preventif atau pencegahan penyakit secara luas termasuk melalui pendidikan kesehatan, konseling serta screaning (penapisan).

TUJUAN

Program Nusantara Sehat bertujuan untuk menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan jumlah, sebaran, komposisi dan mutu tenaga kesehatan dengan berbasis pada tim dan melibatkan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Program ini merupakan program lintas Kemenkes yang fokus tidak hanya pada kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health) dari daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa CIta, “membangun dari pinggiran”.

——————————————————————————————————————————————————————————————–

SEKILAS PROGRAM

Model

Program Nusantara Sehat mengadopsi model Pencerah Nusantara (PN), sebuah inisiatif lintas sektoral yang diprakarsai oleh Kantor Urusan Khusus Presiden RI untuk Millennium Development Goals (KUKP-RI MDGs) dan menggabungkan tenaga kesehatan, masyarakat, sukarelawan, pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda dalam upaya bersama memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia, terutama di daerah terpencil. Setelah mencermati model PN serta mengevaluasi program-program yang selama ini sudah dilaksanakan termasuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Team-Based, Kemenkes mengharapkan program Nusantara Sehat dapat menjadi mekanisme efektif untuk memperkuat yankes primer, terutama di daerah-daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan.

Pendekatan

Pendekatan yang dilakukan program Nusantara Sehat bersifat lebih menyeluruh (holistik) dan melibatkan anggota tim yang berbeda latar belakang, mulai dari dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Inilah yang dimaksud dengan pendekatan Team-Based.

Target

Wilayah capaian: 48 Kabupaten di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK)

Unit capaian: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Jumlah capaian: 120 Puskesmas

Target pelaksanaan program Nusantara Sehat adalah Puskesmas yang berlokasi di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di 48 Kabupaten di Indonesia dan melibatkan setidaknya 600 tenaga kesehatan. Kesulitan yang dihadapi selama ini oleh Puskesmas, khususnya yang berada di DTPK adalah kurangnya tenaga kesehatan sehingga mereka tidak mampu menjalankan fungsi promotif dan preventif. Melalui program Nusantara Sehat, Kemenkes berupaya untuk memperkuat puskesmas yang ada di daerah-daerah tersebut dengan mengirimkan setidaknya 600 tenaga kesehatan tambahan ke 120 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Peserta

Peserta program adalah para tenaga profesional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter umum, perawat, bidan, ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan, analis kesehatan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat yang berusia di bawah 30 tahun dan bersedia mengabdikan dirinya untuk terjun langsung memberikan pelayanan ksehatan kepada masyarakat dan memiliki semangat untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan umum.

Peserta ditetapkan melalui proses seleksi calon berdasarkan resume, tes tertulis dengan esai, wawancara tatap muka, tes psikologi serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai individu dalam dinamika kelompok. Mereka yang lolos seleksi adalah peserta yang memperlihatkan kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi yang baik, memperlihatkan inisiatif dan pengambilan keputusan yang baik, serta berkomitmen terhadap tanggung jawab yang disepakati.

Kemenkes senantiasa mendorong seluruh tenaga kesehatan profesional untuk ikut serta dalam program Nusantara Sehat dengan mendaftarkan diri baik secara online melalui situs resmi Nusantara Sehat atau langsung menemui panitia pendaftaran program yang berada di Kemenkes.

Proses Implementasi
Nusantara Sehat
Pengiriman setidaknya 600 tenaga kesehatan akan dilakukan secara simultan ke 120 Puskesmas dan mereka akan berada di masing-masing Puskesmas selama satu tahun.

Seluruh peserta dibekali keahlian medis dan non-medis yang mencakup pelatihan kepemimpinan, manajerial dan komunikasi. Mereka juga diberikan pemahaman terhadap budaya-budaya lokal sehingga diharapkan mereka dapat berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat dan masyarakat sekitar di daerah penempatan.

Informasi detail Nusantara Sehat dapat diakses di situs http://www.nusantarasehat.kemkes.go.id atau melalui akun Twitter @Nusantara_Sehat dan Facebook Nusantara Sehat.
http://nusantarasehat.kemkes.go.id/index.php/tentang-kami/sekilas-nusantara-sehat

In Harmony Immunity Clinic (IHIC) Vaksin Bintaro. “Protect your Future Health”
Menyediakan vaksin yang berkualitas untuk anak dan dewasa.

Graha Raya Bintaro, Cluster 24, No.35, Tangerang Selatan
email : vaksinbintaro@gmail.com
blog : https://ihicvaksinbintaro.wordpress.com
fb : vaksinbintaro
twitter : @vaksinbintaro @vaksin_bintaro

Personal Booking : +62-812-8686-5969
Group & Corporate Booking : +62-812-8624-8648

InHarmonyVaksinBintaro - FINAL LOGO _NEW

IMG_6906

Kost Eksekutif (Khusus Wanita)
Nama Pemilik : Ibu Hj.Nuryani,SE
Nomor Telephone/HP : 087878009770 (Tanpa Perantara)

Alamat : Jl.Melati Tengah RT.04/RW.06 No.20, Jatiwarna,
Pondok Melati, Kota Bekasi.

Tarip Bulanan : Rp.900,000.- (AC Rp 1.000,000.-)
1 kamar berdua Rp.1,500,000.- (AC Rp 1,700,000.-)

Fasilitas : Kipas Angin / AC, Kamar Mandi Dalam, Shower,Closet American Standard, Lemari Pakaian, Springbed AirLand, Parkir di dalam luas tanpa biaya tambahan.

Fasilitas Lain : Hanya 10 menit dari exit Tol JORR Jatiwarna/Pondok Gede, Akses Pintu Sendiri, bebas banjir, Dekat dengan Pondok Gede Mall, Indomart, AlfaMart, Loundry Kiloan, Poltekkes Jakarta III Kemenkes/Depkes, sekolah Akademi Keperawatan Antariksa, Akademi Kebidanan Farama Mulya

IMG_6912

IMG_6904

Parkir di dalam luas tanpa biaya tambahan

IMG_6851

Fasilitas : Kipas Angin / AC, Kamar Mandi Dalam, Shower, Closet American Standard, Lemari Pakaian, Springbed AirLand, Parkir di dalam luas tanpa biaya tambahan.

IMG_6853

kost-kosan-eksekutif-jatiwarna-pondok-melati-pondok-gede-bekasi

Hanya 10 menit dari exit Tol JORR Jatiwarna/Pondok Gede, Akses Pintu Sendiri, bebas banjir, Dekat dengan Pondok Gede Mall, Indomart, AlfaMart, Loundry Kiloan, Poltekkes Jakarta III Kemenkes/Depkes, sekolah Akademi Keperawatan Antariksa, Akademi Kebidanan Farama Mulya.

Nama Pemilik : Ibu Hj.Nuryani,SE
Nomor Telephone/HP : 087878009770 (Tanpa Perantara)

Salam Gigit Jari

Posted: 22/11/2014 in Hot News
Tags: , , , , ,

023883800_1416570600-z7

LSI Paparkan Pamor Jokowi Pasca-Kenaikan Harga BBM – Liputan6.com
Sebuah slide yang memperlihatkan publik tidak terima kenaikan BBM sebesar 58.45 % , Jakarta, Jumat (21/11/2014). (Liputan6.com/Johan Tallo)

http://foto.liputan6.com/show/1/2137706/0/lsi-paparkan-pamor-jokowi-pasca-kenaikan-harga-bbm

http://news.detik.com/read/2014/11/19/175516/2753333/10/lagi-lagi-tni-ad-dan-brimob-bentrok-di-batam-mendagri-pun-minta-marinir-jadi-juru-damai

Moksa Hutasoit – detikNews

Jakarta – Bentrok lagi, bentrok lagi. Anggota TNI AD dan Brimob kembali terlibat keributan di Batam, Kepulauan Riau. Pemicunya sepele, yakni adu mulut di kios BBM. Saat ini, kedua kelompok sudah didamaikan.

Tapi tetap saja keributan yang membuat satu buah ruangan di Mako Brimob ini membuat Mendagri Tjahjo Kumolo meminta tolong pada KSAL Laksamana Marsetio ikut membantu mengerahkan marinir menjadi juru damai.

Bentrokan ini untuk yang kesekian kali. Menteri Tjahjo khawatir bentrok ini akan terus terulang. Pada Rabu (19/11/2014) Tjahjo pun mengirimkan SMS ke KSAL.

“Slmt sore Yth’ pak KASAL — info sEKARANG Brimob dan Batalyon 134 di Batam bentrok lagi – mohon Marinir di Batam dapat ditugaskan sebagai penengah-sekedar usul-saya sudah koordinasi sama Gub/Wagub Kepri juga– cc Bp ‘Panglima TNI+ Bp Kapolri+Bp’MenkoPolhk Ham +Bp Seskab+ Kasad–,” demikian isi SMS Tjahjo ke KSAL.

Sebelumnya, dimediasi Wakil Gubernur Kepri Soeryo Respationo, pimpinan TNI dan Polri bertemu di Markas Brimob, Rabu siang. Hadir dalam mediasi itu, Danrem Wira Pratama 033 Brigjen TNI Eko Margiyono dan Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Tory Christianto.

Perselisihan antara anggota Yonif-134 dan personel Brimob terjadi di depan Markas Brimob, Rabu(19/11/2014). Berawal saat 2 anggota TNI berpangkat Pratu Praka bertemu 2 anggota Brimob di kios eceran jalan Trans Barelang, Kecamatan Sagulum. Entah kenapa mereka adu mulut.

“Kejadian itu menyebar pada sejumlah anggota Batalion Infanteri lainnya. Sedikitnya 30 orang mendatangi markas Brimob untuk mengklarifikasi,” kata Brigjen Eko Margiyono.

Kombes Tory Christianto mengatakan hal yang sama. Dua anggota Brimob yang adu mulut dengan anggota TNI berpangkat Bripda. “Sekarang sudah didamaikan,” katanya.

Pada Minggu (21/9) lalu, anggota TNI dan Brimob juga bentrok di Markas Brimob. Bahkan sempat ada tembakan. 4 Anggota TNI terluka karena terkena tembakan pantulan.

Shalat Idul Adha, Sabtu Atau Minggu ?

Mimbar Jum’at, 2 October, 2014. Oleh: Subchan Agus Salim (Humas HTI Kota Tangerang)

Beberapa hari ini warga masyarakat menanyakan waktu kapan sebenarnya pelaksanaan shalat Idul Adha 1435 H, Sabtu atau Minggu besok? Sementara di beberapa masjid dan tempat umum di daerah Tangerang sudah terpampang spanduk-spanduk yang berisi informasi dan ajakan shalat Idul Adha. Sebagian spanduk tertulis Sabtu 4 Oktober dan sebagian yang lain tertulis Minggu 5 Oktober 2014. Yang pasti meski berbeda hari dan tanggal Masehi tapi semua informasi menyatakan bahwa shalat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah 1435 Hijriyah. Aneh bukan? Bayangkan umat Islam yang masih dalam satu daerah Tangerang dan bahkan mungkin satu keluarga muslim yang serumah bisa berbeda dalam berhari raya Idul Adha. Permasalahan ini lebih hangat dan ramai menjadi perbincangan di dunia maya khususnya di jejaring sosial.

Mengapa masalah perbedaan waktu shalat Idul Adha ini sangat penting untuk dibahas? Setidaknya ada beberapa hal yang harus direnungkan oleh umat Islam di Tangerang khususnya dan di Indonesia pada umumnya, yakni:
Kita hidup dalam satu wilayah bahkan satu daerah geografis yang secara fakta dan ilmiah seharusnya mustahil berbeda dalam penentuan tanggal baik Masehi maupun Hijriyah.
Pihak yang shalat Idul Adha pada hari Sabtu maka hari itu adalah hari tasyrik yang umat Islam diharamkan berpuasa, namun bagi pihak yang shalat Idul Adha pada hari Minggu maka mereka akan melaksanakan puasa sunnah Arafah pada hari Sabtu. Disinilah terjadi kontradiksi antara umat Islam yang berpotensi perpecahan karena perbedaan waktu ibadah.
Puasa sunnah Arafah (9 Dzulhijjah) bagi umat Islam di manapun berada, ditetapkan oleh Rasulullah saw berdasarkan kesamaan waktu wukuf jamaah haji di padang Arafah. Lantas jika ada 2 waktu shalat Idul Adha berarti ada 2 waktu puasa sunnah Arafah yang juga berarti ada 2 wukuf, apakah demikian? Jika wukuf yang satu di padang Arafah Mekkah Arab Saudi, lantas dimanakah tempat wukuf yang lain???

Sebenarnya masalah yang pelik ini terjadi karena pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama telah menetapkan bahwa Idul Adha 1435 H tahun ini jatuh pada hari Minggu 5 Oktober 2014. Sementara pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa 1 Dzulhijjah 1435 H jatuh bertepatan dengan tanggal 25 September 2014, maka Wukuf atau Hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada hari Jumat 3 Oktober 2014. Dengan demikian Idul Adha (10 Dzulhijjah) akan jatuh pada hari Sabtu 4 Oktober bukan hari Minggu 5 Oktober seperti ketetapan pemerintah Indonesia.

Tulisan ini dibuat bukan untuk memecah belah umat, namun sebagai salah satu upaya untuk memberi pemahaman yang benar dan mewujudkan persatuan umat sesuai Syariah Islam. Karena itu, penjelasan dan solusi atas permasalahan di atas adalah sebagai berikut:
Sesungguhnya ulama seluruh madzhab (Maliki, Hanafi, Syafi’i dan Hanbali) telah sepakat mengamalkan ru’yat yang sama untuk Idul Adha. Yakni ru’yatul hilal (pengamatan bulan sabit) untuk menetapkan awal bulan Dzulhijjah, yang dilakukan oleh penduduk Mekkah. Ru’yat ini berlaku untuk seluruh dunia. Karena itu, kaum Muslim dalam sejarahnya senantiasa beridul Adha pada hari yang sama. Fakta ini diriwayatkan secara mutawatir (oleh orang banyak yang mustahil sepakat berbohong) bahkan sejak masa kenabian, dilanjutkan pada masa Khulafa’ ar-Rasyidin, Umawiyin, Abbasiyin, Utsmaniyin, hingga masa kita sekarang.
Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di Tanah Suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

“Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah”. (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim).

Juga sabda beliau:

“….. Hari Raya Idul Adha kalian adalah hari ketika kalian menyembelih kurban, sedangkan Hari Arafah adalah hari ketika kalian (jamaah haji) berkumpul di Arafah”.(HR as-Syafii dari ‘Aisyah, dalam al-Umm, juz I, hal. 230).

Maka mestinya, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji menjadikan penentuan hari Arafah di tanah suci sebagai pedoman. Bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Apalagi Nabi Muhammad juga telah menegaskan hal itu. Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa Amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

“Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka”. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni).

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada Amir Mekkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana ibadah haji dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada Amir Mekkah. Berdasarkan ketentuan ru’yat global (seluruh dunia), maka Amir Mekkah berdasarkan informasi dari berbagai wilayah Islam dapat menentukan awal Dzulhijjah, Hari Arafah dan Idul Adha setiap tahunnya dengan akurat. Dengan cara seperti itu, kesatuan umat Islam, khususnya dalam ibadah haji dapat diwujudkan, dan kenyataan yang memalukan seperti sekarang ini dapat dihindari.
Menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia agar kembali kepada ketentuan syariah, baik dalam melakukan puasa Arafah maupun Idul Adha 1435 H, dengan merujuk pada ketentuan ru’yat untuk wuquf di Arafah, sebagaimana ketentuan hadits di atas.
Menyerukan kepada umat Islam di Indonesia khususnya untuk menarik pelajaran dari peristiwa ini, bahwa demikianlah keadaan umat bila tidak bersatu. Umat akan terus berpecah belah dalam berbagai hal, termasuk dalam perkara ibadah. Bila keadaan ini terus berlangsung, bagaimana mungkin umat Islam akan mampu mewujudkan kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah? Karena itu, perpecahan ini harus dihentikan. Caranya, umat Islam harus bersungguh-sungguh, dengan segala daya dan upaya masing-masing, untuk berjuang bagi tegaknya Islam secara kafah (menyeluruh). Untuk perjuangan ini, kita dituntut untuk rela berkorban, sebagaimana pelajaran dari peristiwa besar yang selalu diingatkan kepada kita, yaitu kesediaan Nabi Ibrahim as. memenuhi perintah Allah mengorbankan putranya, Ismail as. Keduanya, dengan penuh tawakal menunaikan perintah Allah SWT itu, meski untuk itu mereka harus mengorbankan sesuatu yang paling dicintai. Akhirnya mari kita renungkan firman Allah Swt.:

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyeru kalian demi sesuatu yang dapat memberikan kehidupan kepada kalian”. (QS al-Anfal [8]: 24).

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

http://dakwahtangerang.com/shalat-idul-adha-sabtu-atau-minggu/